PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) sesuai dengan RPJMD 2025 -2029 pada misi ke-3 “Nagari dan Desa sebagai Basis Kemajuan” dengan Program Unggulan (Progul) Nagari Creative Hub (NCH) sebagai inovasi pembangunan ekonomi berbasis nagari.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan marketplace nasional, guna memperluas akses pasar produk nagari dan mempercepat terbentuknya ekosistem digital.
Pada tahap awal, lima nagari pilot telah dipetakan dan dijadikan pusat pengembangan. Melalui NCH, pelaku UMKM, BUMNag, koperasi, dan komunitas pemuda kreatif difasilitasi untuk melakukan onboarding ke marketplace. Nantinya dipersiapkan etalase khusus bertajuk “Produk Nagari Sumatera Barat” sebagai kanal promosi dan distribusi digital.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar Yozarwardi Usama Putra menyampaikan kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi nagari.
“Kerja sama dengan marketplace nasional bukan hanya membuka akses pasar, tetapi juga membangun ekosistem digital yang inklusif. Di mana masyarakat nagari bisa belajar, berinovasi, dan bersaing secara sehat,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan NCH ke dalam RPJMD, marketplace nasional siap bermitra, sementara masyarakat nagari mulai merasakan manfaat langsung berupa peningkatan omzet dan literasi digital.
Ke depan, Pemprov Sumbar menargetkan pembentukan 10 NCH baru setiap tahun, sehingga pada 2030 diharapkan terdapat 60 NCH aktif di seluruh kabupaten/kota.
Selain memperkuat branding produk nagari, program ini juga diarahkan untuk mendorong sertifikasi, memperluas jejaring, hingga membuka peluang ekspor terbatas.
Dengan tagline “Bangga Produk Nagari, Maju Ekonomi Bersama”, kerja sama dengan marketplace nasional diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi nagari sekaligus memperkuat identitas budaya Minangkabau di era digital. (fan)





