SOLOK, METRO–Nasib tragis dialami pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Padang yang baru saja melangsungkan pesta pernikahan beberapa hari yang lalu. Pasalnya, mereka itu ditemukan tak sadarkan diri di penginapan Lakeside, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Kamis (9/10).
Bulan madu pengantin baru yang sedang berbahagia di penginapan ini pun berujung maut. Sang istri, Cindy Desta Nanda (28) yang sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat, dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan sang suami, Gilang Kurniawan (28) kritis dan masih mendapatkan perawatan intensif.
Polisi yang mendapatkan laporan adanya kejadian itu, langsung mendatangi penginapan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan dari karyawan maupun pengelola penginapan. Dugaan sementara, kedua korban mengalami keracunan dari pemanas air di kamar mandi.
Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum jenazah korban untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban di dalam kamar mandi penginapan tersebut.
“Kami lagi menunggu visumnya. Tim dari Inafis dan Reskrim telah mensterilkan TKP dengan memasang garis polisi di penginapan tersebut. Tim juga melakukan olah TKP untuk kepentingan penyelidikan,” kata AKBP Agung kepada wartawan.
Sementara itu, Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, menyatakan dari hasil pemeriksaan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Visum luar tidak ada ditemukan tanda kekerasan. Kondisinya sudah meninggal dunia saat dibawa ke puskesmas. Ada dugaan karena keracunan gas dari pemanas air mandi. Tapi, kami belum bisa menyimpulkan. Kalau untuk kemungkinan-kemungkinan bisa semua,” kata AKP Barata.
AKP Barata mengakui, pihaknya mengalami kendala dalam proses penyelidikan karena jenazah Cindy telah dimakamkan sebelum dilakukan autopsi. Padahal, keluarga korban sempat menyetujui autopsi terhadap jenazah Cindy.
“Informasinya korban sudah dimakamkan tadi. Otomatis tidak dilakukan autopsi. Keluarga sudah ditawarkan, awalnya disetujui, sudah membuat laporan polisi dan permohonan autopsi, namun tidak jadi. Kami tidak tahu apa alasannya,” tutur AKP Barata.
AKP Barata menambahkan, peristiwa berawal saat pasutri asal Kota Padang itu masuk ke penginapan pada Rabu sore (8/10). Setiba di penginapan, korban Cindy dan Gilang memesan makanan berupa sup iga, mi kuah pedas, air mineral, risol, dan kentang goreng.
“Pada pukul 19.00 WIB, karyawan penginapan mengantarkan pesanan ke kamar. Pasangan itu berada di dalam kamar dan menerima pesanan. Selanjutnya, pada Kamis (9 /10) sekitar pukul 07.15 WIB, karyawan penginapan datang mengantarkan sarapan,” jelasnya.
Dikatakan AKP Barata, dari luar, karyawan memberitahu bahwa sarapan tiba. Gilang sempat menjawab “tunggu sebentar” karena sedang mandi. Karyawan menunggu sekitar 20 menit sebelum melanjutkan tugas ke kamar lain.
“Pada pukul 07.30 WIB, karyawan lain kembali ke kamar pasangan tersebut untuk mengantar sarapan. Setelah mengetuk pintu tiga kali dan tidak ada jawaban, mereka memanggil rekan dan membuka paksa pintu kamar,” kata dia.
Ditambahkan AKP Barata, saat pintu terbuka, pasangan tidak terlihat di ruangan. Ketika kamar mandi dibuka, keduanya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Karyawan segera melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama dengan oksigen, namun kondisi keduanya semakin lemah.
“Pada pukul 08.35 WIB, karyawan membawa pasangan itu ke puskesmas terdekat. Cindy dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis, sementara Gilang tidak sadarkan diri dan dirujuk ke RSUD Arosuka. Kondisinya kritis, lalu dirujuk lagi ke Semen Padang Hospital,” tutupnya. (*)






