PDG. PANJANG, METRO–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Kota Padang Panjang bergerak cepat dengan membagikan sekitar 10.000 masker kepada masyarakat, Kamis (9/10). Langkah ini dilakukan menyusul erupsi Gunung Marapi yang terjadi pukul 12.18 WIB selama 1 menit 34 detik, dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 1,5 kilometer dari puncak. Pembagian masker difokuskan di dua lokasi keramaian, yakni Simpang PDAM dan kawasan Pasar Pusat Padang Panjang.
Kepala BPBD Kesbangpol, Nofiyanti menyampaikan, pembagian masker ini merupakan upaya antisipatif agar masyarakat terhindar dari paparan abu vulkanik. “Kami langsung bergerak setelah erupsi Marapi siang tadi. Ribuan masker telah kami bagikan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman,” ujarnya.
Salah seorang warga, Iren (24), mengaku terbantu dengan aksi cepat tanggap BPBD tersebut. “Senang sekali karena BPBD peduli dengan masyarakat. Masker medis ini sangat dibutuhkan untuk melindungi diri dari bahaya abu vulkanik,” tuturnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Sebelumnya, Pos Gunung Api (PGA) melaporkan Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter pada Kamis siang pukul 12.18 WIB. “Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 12.18 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung,” ungkap Petugas PGA Ahmad Rifandi di Padang.
Dikatakan bahwa dari laporan PGA setempat kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24,9 milimeter serta durasi sekitar 1 menit 34 detik.
Dalam laporannya, PGA mencatat gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut juga meletus pada Kamis dini hari pukul 02.21 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 1,2 kilometer.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,4 milimeter dengan durasi sekitar 42 detik.
Saat ini Gunung Marapi masih berstatus Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, antara lain melarang masyarakat, wisatawan, atau pengunjung berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek.
Bila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.
Tidak hanya itu apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA) PGA bersama PVMBG juga terus mengingatkan adanya tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut yang menyebabkan munculnya aliran air dan sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin. (rmd)





