METRO SUMBAR

Gubernur Canangkan Gerakan “Farm the Future”, Bangkitkan Semangat Bertani Generasi Muda

0
×

Gubernur Canangkan Gerakan “Farm the Future”, Bangkitkan Semangat Bertani Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi Ansharullah (Gubernur Sumbar)

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mencanangkan gerakan “Farm the Future” atau pertanian masa depan di Auditorium Gubernuran, Kamis (9/10). Gerakan ini digagas untuk menumbuhkan semangat generasi muda agar kem­bali menekuni dunia pertanian, karena sektor ini di­yakini menjadi jawaban atas ancaman krisis pa­ngan global. “Gerakan Farm the Future ini kita hadirkan untuk membangkitkan minat anak muda bertani. Sekaligus jawaban dari isu tantangan krisis pangan global,” ujar Mahyeldi.

Meski demikian, Gubernur mengakui bahwa sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan regeneratif. Salah satunya adalah ke­terbatasan lahan, minimnya pemanfaatan teknologi dan lambannya regenerasi petani. “Sensus pertanian 2003 menunjukkan, hanya 21,93 persen petani di Sumbar yang tergolong milenial, berusia 19 hingga 39 tahun. Artinya, generasi muda semakin menjauh dari ladang. Kalau hari ini kita tidak bergerak, 10 atau 30 tahun ke depan siapa yang akan menanam, siapa lagi yang akan memproduksi pangan,” tegas­nya.

Selain itu, Mahyeldi juga menyoroti tingkat produktivitas pertanian di Sumbar yang tumbuh landai dari masa ke masa. Sementara tuntutan pasar terus meningkat dan semakin kompetitif. “Produktivitas padi kita masih di kisaran 5 ton per hektare. Beberapa waktu lalu, inflasi juga sempat dipicu oleh gangguan pro­duksi cabai merah. Ini tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk menghadirkan pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart farming,” ujar­nya.

Baca Juga  Ratusan Mahasiswa ISI Divaksinasi, Fadly Amran Sebut Mahasiswa Ikut Mengedukasi Masyarakat

Ia mencontohkan se­jumlah inovasi yang kini mulai diterapkan seperti metode green house untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem, dan metode hidroponik untuk menjawab keterbatasan lahan pertanian di perkotaan. “Kita ingin anak muda melihat bahwa pertanian hari ini bukan lagi kerja tangan semata, tapi kerja pikiran, riset, dan inovasi. Ada banyak peluang yang bisa tumbuh, dari hulu hingga hilir,” tambahnya.

Lebih jauh, Mahyeldi menekankan bahwa gerakan “smart farming” tidak hanya mendorong rege­nerasi petani dengan pendekatan teknologi, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya usaha rintisan (startup) agro dan ekosistem ekonomi pertanian berkelanjutan.

“Kita ingin pertanian menjadi sumber ekonomi yang kuat dan berkelanjutan bagi Sumatera Barat. Dari tanah, kita tumbuhkan kehidupan, dari kerja pe­tani kita hadirkan keberkahan,” tuturnya. Dalam ke­sempatan yang sama, Mursalim selaku inisiator gerakan Farm the Future for Food Security and Sustainable Economy, me­nyampaikan bahwa gerakan ini memiliki visi besar untuk mengubah citra pe­tani menjadi profesi mo­dern dan bergengsi. “Pertanian bukan lagi kerja ta­ngan, tapi kerja pikiran dan inovasi. Kami ingin milenial Sumbar melihat profesi petani bukan sebagai pekerjaan yang ketinggalan zaman, tetapi sebagai karier yang cerdas, keren, dan berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga  Ingin Minta Maaf, Rita Sumarni Datangi Kantor KPU

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan pencanangan gerakan Farm the Future juga diwarnai dengan penandatanganan komitmen kola­borasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perbankan, BUMN, media, kelompok petani milenial, serta mahasiswa. Gerakan ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan sektor pertanian Sumatera Barat, dengan semangat baru yang digerakkan oleh kaum muda, berlandaskan inovasi dan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau. (fan)