SOLSEL, METRO – Insiden mengejutkan terjadi di sebuah rumah kontrakan di Timbulun Padang Aro, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, pada Jumat (10/10) pagi.
Prima Wijaya, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Solok Selatan, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat sebuah mobil berhenti di depan rumah warga sekitar pukul 05.00 WIB.
Seorang warga bernama Wira yang hendak melaksanakan salat subuh melihat situasi mencurigakan saat seorang perempuan paruh baya turun dari mobil dan bertanya apakah seseorang dengan nama tertentu tinggal di situ.
“Nama yang ditanyakan tidak diketahui oleh warga, sehingga perempuan itu kembali ke mobil,” ujar Prima.
Sekitar pukul 06.30 WIB, terjadi cekcok antara perempuan tersebut dengan seorang laki-laki. Dari penyelidikan diketahui laki-laki tersebut merupakan suami sah perempuan paruh baya itu, namun berselingkuh dan tinggal di sebuah kontrakan di dekat rumah Wira. Namun, wanita selingkuhan yang dicari sang istri sudah pergi dan identitasnya tidak diketahui.
Wira yang juga ASN Satpol PP, kemudian melaporkan kejadian ini ke kantor Satpol PP. Setelah koordinasi dengan Kasat dan pihak jorong setempat, tim Satpol PP turun ke lokasi untuk melakukan penindakan.
“Di kontrakan tersebut kami menemukan pasangan yang tinggal bersama dan mengaku sebagai suami istri secara siri. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, mereka ternyata pasangan kumpul kebo selama satu minggu,” jelas Prima.
Pasangan tersebut berinisial GW (37), pria asal Kabupaten Kerinci, dan ME (30), wanita asal Surian, Kabupaten Solok.
“Mereka baru ngontrak selama sepekan. Ada dua pasangan di kontrakan itu. Pasangan yang dilabrak istri sah tadi subuh telah kabur, sedangkan GW dan ME kami amankan dan bawa ke Mako Satpol PP,” tambah Prima.
Setelah penindakan, pihak keluarga kedua pasangan dipanggil ke Mako Satpol PP untuk penanganan lebih lanjut. Proses penyerahan dilakukan di bawah pengawasan wali nagari, wali jorong, dan tokoh pemuda setempat.
“Kami menghimbau kepada pengusaha rumah kos dan kontrakan untuk lebih selektif dalam menerima penyewa agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Prima. (Jef)






