BERITA UTAMA

BPBD Solok Selatan Ingatkan Potensi Gempa 7,4 SR dari Patahan Semangka, Warga Diminta Tetap Siaga

1
×

BPBD Solok Selatan Ingatkan Potensi Gempa 7,4 SR dari Patahan Semangka, Warga Diminta Tetap Siaga

Sebarkan artikel ini
KONFERENSI PERS— BPBD Kabupaten Solok Selatan menggelar konferensi pers, Kamis (9/10).

SOLSEL, METRO–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan mengingatkan ma­sya­rakat akan potensi gem­pa bumi berkekuatan hing­ga 7,4 skala Richter akibat aktivitas Patahan Semangka yang melintasi wilayah tersebut. Peringatan ini merujuk pada data Ba­dan Meteorologi, Klima­to­­logi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat dua segmen aktif yaitu, Suliti dan Siulak yang melintasi daerah itu.

“Patahan Semangka melewati Kabupaten Solok Selatan pada segmen Suliti, yang merupakan patahan geser aktif akibat interaksi antara Lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Kondisi ini membuat tanah di wilayah tersebut menjadi labil dan meningkatkan risiko gempa bumi serta longsor,” kata Sekretaris BPBD Solok Selatan, Sonni Patrisia, dalam konferensi pers di Pujasera Muara Labuh, Kamis (9/10/2025).

Konferensi pers tersebut diprakarsai oleh Plt Kepala Dinas Kominfo Solok Selatan, Irwanesa, bersama jajaran Bidang IKP, serta dihadiri oleh Kabid Pen­cegahan (Mitigasi) dan Kesiapsiagaan BPBD, Nofrialdi, dan sejumlah pejabat terkait.

Baca Juga  79 Drum Minyak Tanah "Haram" Dikirim dari Palembang

Sonni menjelaskan, seluruh wilayah di tujuh kecamatan Solok Selatan ber­po­tensi terdampak bencana. Namun, tiga kecamatan yakni Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Sungai Pagu, dan Pauah Duo, berada tepat di atas segmen Suliti sehingga memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi.

“Dalam catatan seja­rah, patahan ini pernah aktif pada tahun 1943. Menurut cerita masyarakat, saat itu air Sungai Batang Suliti tiba-tiba menghilang setelah gempa,” ungkapnya.

Meski belum ada bukti ilmiah atas kejadian tersebut, Sonni menegaskan potensi gempa tetap harus diantisipasi secara serius karena aktivitas patahan bersifat siklikal, dengan siklus gempa antara 25 hingga 100 tahun.

Untuk mengantisipasi risiko bencana, BPBD Solok Selatan telah melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya sosialisasi kesiapsiagaan, pembentukan Kelompok Siaga Bencana di tingkat nagari, serta penguatan Desa Tangguh Bencana.

Baca Juga  Belasan Ruko di Pasar Timpeh V Kamang Baru Terbakar, Satu Mobil dan 10 Motor Ludes

“Langkah-langkah ini penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi dan ke mana harus mengungsi,” kata Nofrialdi.

Selain potensi gempa, kondisi geografis Solok Selatan yang berbukit serta memiliki banyak aliran su­ngai juga meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir, terutama pada mu­sim hujan.

Plt Kadis Kominfo Irwanesa menambahkan, kegiatan jumpa pers ini menjadi agenda rutin dengan tema yang menyesuaikan kondisi terkini.

“Karena saat ini memasuki musim hujan, kami menghadirkan BPBD agar masyarakat lebih memahami risiko bencana dan langkah antisipasinya,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD mengusulkan pemasangan sistem peringatan dini gempa seperti sirine mitigasi di beberapa titik rawan.

“Kita tidak bisa mencegah bencana, tetapi bisa meminimalisir dampaknya. Semoga prediksi ini tidak menjadi kenyataan, namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” tutup Sonni Patrisia. (jef)