BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi membuka Minangkabau Travel Mart (MTM) ke-6 yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (8/10). Kegiatan ini dihadiri pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antar pelaku industri pariwisata serta memperkuat citra positif pariwisata Sumatera Barat, khususnya Kota Bukittinggi, sebagai destinasi unggulan di Sumatera.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran vital bagi perekonomian daerah, mengingat Sumatera Barat tidak memiliki sumber daya tambang besar seperti daerah lain.
“Bukittinggi dikenal sebagai kota yang memiliki nilai sejarah penting, pernah menjadi ibu kota negara dan ibu kota Sumatera Barat. Saat ini, kami terus memperjuangkan agar Bukittinggi dapat ditetapkan sebagai daerah istimewa,” ujar Ramlan.
Lebih lanjut, Wali Kota menilai bahwa kegiatan Minangkabau Travel Mart memiliki arti strategis sebagai wadah kolaborasi dan sinergi antar pelaku pariwisata, sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata di Sumatera Barat.
“Melalui MTM ini, kita tidak hanya menampilkan capaian positif, tetapi juga menjadikannya sarana perbaikan agar pariwisata kita semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua DPD ASPPI Sumatera Barat, Hade Ranti Juma, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTM tahun ini mengangkat tema “Wellness West Sumatra: Your Gastronomy and Wellness Tourism Destination.” Tema tersebut menyoroti pentingnya promosi wisata berbasis kesehatan dan gastronomi khas Minangkabau yang kini semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Melalui Minangkabau Travel Mart ke-6, kami ingin memperluas jangkauan promosi wisata Sumatera Barat dan memperkenalkan kekayaan kuliner serta budaya Minangkabau sebagai daya tarik utama,” ujarnya.
Sementara itu, Muharoni Fikri Saputra dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, pemerintah menetapkan lima program unggulan pariwisata nasional.
Program tersebut mencakup pengembangan pariwisata aman dan sehat, transformasi digital tourism 5.0, pariwisata premium berbasis gastronomi dan bahari, penyelenggaraan event global, serta pengembangan desa wisata berbasis komunitas.
Ia berharap, pelaksanaan Minangkabau Travel Mart ke-6 dapat menjadi salah satu langkah nyata memperkuat implementasi program-program tersebut di tingkat daerah. (pry)






