AIA PACAH, METRO–Pelaksanaan subuh mubarakah di Kota Padang terbilang sukses. Dua hari digelar, jumlah siswa shalat subuh meningkat pesat.
Wali Kota Padang Fadly Amran membenarkannya. Disebutkan bahwa jumlah siswa yang melaksanakan shalat subuh saat dua hari pelaksanaan Smart Surau meningkat dua kali lipat dibanding hari pertama.
“Meski dalam tahap percobaan, kami bangga dengan banyaknya siswa yang datang ke masjid dan mushala untuk shalat subuh,” ucap Fadly Amran, Selasa (7/10/).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, jumlah siswa sekolah SD, SMP, MIN, maupun MTsN se-Kota Padang sebanyak 72.013 orang. Dari sebanyak itu, 20.150 siswa tercatat salat subuh di masjid maupun musala pada hari pertama pelaksanan Smart Surau, Senin (6/10).
“Di hari kedua cukup luar biasa, sebanyak 42.291 siswa shalat subuh, tentunya apresiasi kepada seluruh pengurus masjid, pihak sekolah dan orangtua,” katanya.
Wali Kota berharap, jumlah siswa yang melaksanakan shalat subuh terus meningkat setiap harinya. Diharapkan nantinya setelah ini tumbuh kebiasaan siswa untuk bangun pagi dan shalat subuh berjamaah di masjid dan musala secara rutin.
Sebelumnya, Fadly Amran juga menyampaikan apresiasi dan semangat kepada para peserta didik yang mulai menjalankan program inovatif ini.
“Smart Surau dirancang sebagai transformasi fungsi surau yakni masjid dan rumah ibadah lainnya menjadi pusat edukasi, sosial-ekonomi, dan budaya. Program ini bertujuan melahirkan generasi muda Kota Padang yang cerdas dan berakhlak mulia, serta berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya yang didukung oleh teknologi digital,” jelasnya.
Fadly menambahkan, Smart Surau memiliki empat aktivasi utama. Setelah diawali kegiatan Subuh Mubarakah, Pemko Padang secara bertahap akan menyiapkan Ruang Digital di setiap masjid yang dilengkapi WiFi, AC, sepuluh tablet, serta aplikasi ruang guru dan ruang kreativitas.
Kemudian disusul pengembangan kurikulum TQA dan MDTW, serta program Remaja Reborn sebagai wadah pembinaan generasi muda.
“Untuk kelancaran pelaksanaannya, kita telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Smart Surau yang melibatkan guru SD, SMP, TPQ, MDTW, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Satgas ini akan bekerja mulai dari tingkat kota hingga kelurahan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Padang menegaskan bahwa Smart Surau juga sejalan dengan program nasional yang menanamkan tujuh karakteristik anak Indonesia generasi emas. Seperti mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, serta gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
“Alhamdulillah, Smart Surau sejalan dengan gerakan nasional dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual, sosial, dan spiritual untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Fadly Amran.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, Jasman, menyebutkan bahwa untuk tahap awal di tahun 2025, program Subuh Mubarakah akan dijalankan secara rutin.
“Para siswa akan melakukan absensi melalui barcode yang terintegrasi dengan sistem absensi sekolah. Insya Allah, Smart Surau dengan seluruh aktivasinya akan berjalan efektif pada 2026 nanti,” imbuh Jasman.
Diketahui, saat ini sebanyak 1.379 masjid dan mushala terdata di Kota Padang. Seluruhnya melaksanakan Smart Surau dengan kegiatan subuh mubarakah. (ren)






