METRO PADANG

Pedagang Makanan Berbahan Babi Dipasang Plang

0
×

Pedagang Makanan Berbahan Babi Dipasang Plang

Sebarkan artikel ini

AIAPACAH, METRO – Warga Kota Padang mengkonsumsi sekitar 1,5 ton daging babi dalam seminggu. Jumlah tersebut meningkat tajam pada saat Hari Natal atau hari besar lainnya. Jumlah tersebut dipasok sebanyak 1 ton di Rumah Potong Hewan (RPH) Lubuk Buaya. Sementara setengah ton atau 500 kg lagi dipasok dari Dharmasraya.
Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial menyebutkan, babi yang dipotong di RPH Lubuk Buaya itu biasanya didistribusikan di Pasar Tanah Kongsi dan titik lainnya di kawasan Pasang Selatan. Pada saat hari hari biasa, jumlah yang disembelih sebanyak sekitar 1 ton perminggu.
”Sementara pada hari-hari besar seperti Natal dan lainnya mencapai 1 ton sehari,” ujar Syahrial di Media Center, Balai Kota Padang, Rabu (24/4).
Sementara dari Dharmasraya terangnya, didistribusikan sebagian besar bagi untuk pendatang di Teluk Bayur. Untuk memastikan distribusi daging babi yang bersih, maka pihaknya sebut Syahrial juga akan melakukan pengecekan ke Dharmasraya guna melihat secara langsung pengolahan daging babi di sana.
Ia menambahkan, agar daging babi tidak beredar sembarangan, pihaknya sebut Syahrial akan menggagas pembuatan plang khusus yang bertuliskan “Ini adalah daging babi, haram dimakan oleh kaum muslim”. Plang-plang itu akan didistribusikan pada pedagang di Pasar Tanah Kongsi dan tempat penjualan daging babi di Padang Selatan.
”Kita akan upayakan membuat plang tersebut, sehingga masyarakat kita tahu dan tidak terkecoh,” katanya.
Plang-plang tersebut menurutnya juga akan didistribusikan pada pedagang yang menjual makanan berbahan dasar daging babi di Kota Padang. Seperti sate daging babi yang ditemukan baru-baru ini di Kota Padang.
”Bagi yang berdagang sate daging babi, kita akan buatkan plangnya. Biar aman dan masyarakat bisa membaca dan mengetahuinya,” cetus Syahrial lagi. (tin)