METRO PADANG

LL Dikti Wilayah X Dorong Dosen Bergelar Doktor

0
×

LL Dikti Wilayah X Dorong Dosen Bergelar Doktor

Sebarkan artikel ini

LUBEG, METRO – Komposisi dosen bergelar akademik S2 (Magister) dengan S3 (Doktor) masih timpang di Sumbar. Oleh karena itu, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X yang membawahi Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau mendorong dosen bergelar akademik doktor.
Kepala LL Dikti wilayah X, Prof Herri menuturkan, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan, dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana. Lulusan program doktor untuk program pascasarjana tercatum pada ayat 2.
Pada Pasal 47 ayat 1 ditambahkan, bahwa sertifikat pendidik untuk dosen diberikan setelah memenuhi syarat sebagai berikut, memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurang-kurangnya dua tahun. Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli.
“Undang-undang 14 tahun 2005 mengatakan dosen itu harus S2. Tapi ke depan, yang namanya dosen tersebut harus S3. Sehingga kita dorong bagaimana seluruh yang ada di lembaga layanan wilayah X ini mendapat kualifikasi akademisnya S3,” ujar Herri disela-sela kegiatan Wisuda Periode II Tahun 2018/2019 di UPI Convention Center Kampus UPI YPTK Padang Jalan Raya Lubuk Begalung Padang, Rabu (24/4).
Satu lagi, Herri menyebutkan, jenjang karir dosen yang harus ditempuh dosen adalah Guru Besar, dan Profesor. Dalam menempuh karir tersebut, kata dia, disyaratkan penetepan angka kredit. Angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan harus memenuhi angka kredit komulatif.
“Untuk mencapai guru besar harus minimal S3 sehingga korelasi positif pula menurut saya yang penting kita tetapkan untuk seluruh dosen di ll dikti wilayah X ini,” ucap Herri.
Lebih lanjut, Herri mengungkapkan, jumlah dosen perguruan tinggi di LL Dikti Wilayah X sekitar 600 orang yang sudah berstatus doktor. Menurut dia, dengan masih sedikitnya yang menyandang status doktor akan berpengaruh terhadap akreditasi perguruan tingginya.
“Sekarang S3 baru 600 orang lebih, yang belum S3 ada sekitar 1.800 lagi. Tapi paling banyak itu baru S2, Sumbar juga cukup banyak S3-nya, kemudian disusul Riau,” ujar Herri tanpa merinci jumlah dosen S3 di Sumbar.
Herri melanjutkan, selama ini Kopertis hanya melayani PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Namun dengan LL Dikti memiliki layanan lebih luas yang juga melayani Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dia berharap, dengan kehadiran LL Dikti pelayanan kepada perguruan tinggi akan semakin lebih mudah.
“Jadi tugas lembaga layanan untuk memberikan (dosen) memotivasi, yang namanya dosen itu harus bergerak ke atas, sehingga suatu saat mungkin ada dosen itu S3. Karena seperti yang saya katakan tadi guru besar adalah karir dosen paling tinggi. Bukan menjadi rektor, dan dekan,” tukas Herri.
Di sisi lain, Herri mengapresiasi, UPI YPTK karena sudah menghasilkan 42.000 alumni. Dia meyakini kedepannya UPI menuju tahap yang lebih baik. Misalkan, dengan segera membuka program studi yang dibutuhkan industri saat ini sehingga kedepannya dapat menggerakkan perekonomian daerah ke arah yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu Ketua Yayasan UPI YPTK Padang, Herman Nawas tak lupa memberikan nasehat kepada wisudawan UPI YPTK Padang. Dia berpesan kepada alumni, dimanapun berada jangan pernah berbuat curang dan utamakan kejujuran.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hadir. Dan harapannya nikmat hari ini dapat disyukuri oleh seluruh pihak serta lulusan UPI YPTK mempunyai kualitas yang jauh lebih baik lagi,” kata Herman. (mil)

Baca Juga  TPU Penuh, Retribusi Makam Nunggak, DLH Wacanakan Penambahan Lokasi di Lubukkilangan