METRO SUMBAR

UMKM Penen Rezeki di HUT ke-80 Pasaman

0
×

UMKM Penen Rezeki di HUT ke-80 Pasaman

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, METRO–Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pedagang lapak kaki lima (PKL) meraup keuntungan berlipat-lipat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Pasaman di halaman Gelanggang Olah Raga (GOR) Tuanku Rao, Kom­plek Kantor Bupati Pasaman, Senin (6/10).

Para pelaku UMKM yang me­menuhi halaman di sekitaran GOR Tuanku Rao, memanfaatkan momen ramainya masyarakat melihat rang­kaian hiburan yang dipersiapkan oleh Panitia HUT ke-80 Kabupaten Pasaman.

Iwan (34), pedagang kopi cup gerobak, mengaku jualannya laris manis dari menjelang sore hingga malam hari. “Alhamdulillah, ada keberkahan di acara begini. Saya sekali buka lima puluh gelas cup, habis terus,” ujarnya saat berbin­cang dengan media ini.

Kopi yang di hari biasa dijual Rp8 ribu per cup, kini Iwan jual Rp10 ribu. Ia menegaskan, HUT Pasaman kali ini merupakan momentum buat para pedagang. “Jarang-jarang acara rame begini. Pembeli juga nggak mengeluh soal harganya segitu,” ujarnya.

Namun, Iwan enggan menyebut berapa keuntungan yang telah ia peroleh. Ia hanya menyebut bahwa kopi cup gerobak miliknya sudah terjual lebih dari tiga ratus cup.  “Kisaran itu. Ini rejeki buat ditabung dan keluarga,” kata Iwan mengaku berasal dari Lubuk Sikaping.

Penjual kopi cup ini sengaja membawa batu es dalam kresek dengan jumlah banyak. Tujuannya supaya jika habis langsung diisi kembali, terlihat mereka giat mema­sukan batu-batu es kecil itu ke dalam barisan cup di nampannya pakai tangan.

Begitu juga Okfi Resti (38), pemilik brand Alfina, yang menjual aneka produk olahan lokal seperti pisang salai, dodol salak, dan kacang ran­dang.  “Alhamdulillah, naik omzet selama bazar. Dari tanggal 1 sampai tanggal 6 Oktober saja, kami sudah meraih omzet kurang lebih 3 juta rupiah,” ungkap Okfi Resti.

Sementara itu, Agus (37) penjual mainan balon lampu, mainan bebek-bebekkan, dan tembak-tembakan membandrol jualannya Rp10 hingga Rp30 ribu. Balon yang ada lampu kelap kelipnya itu memakai batre tahan tiga hari.

Agus tak menutup hasil yang dikantonginya sudah sekitar Rp.800 ribu. Ia berharap, makin sering ada acara seramai ini di GOR Tuanku Rao supaya pelaku-pelaku UMKM juga mendapat keuntungan.”Pengennya sering-sering ada acara di sini,” singkatnya.

Adapun masyarakat yang mera­maikan HUT ke-80 Pasaman ter­sebut, sempat berbelanja seperti air mineral hingga es teh manis bahkan mainan. Anak-anak mau mainan sambil menikmati pasar malam. “Anak anak mau mainan slepetan lampu kitiran. Karena indah jika diterbangkan ke udara cahaya lam­punya menyala,” kata Boy Candra Lubis (44), warga Tanjung Alai, Pauh Lubuksikaping, yang sedang duduk istirahat di teras GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping dengan anak perem­puannya Aiza Nauli Lubis tertidur di pangkuannya. (ped/rel)