BERITA UTAMA

SPPG Alai Polda Sumbar Siap jadi Role Model Pengelolaan Pangan Sehat dan Profesional, Irjen Pol Gatot: Dipastikan Memenuhi Standar Gizi, Higienis dan Aman

1
×

SPPG Alai Polda Sumbar Siap jadi Role Model Pengelolaan Pangan Sehat dan Profesional, Irjen Pol Gatot: Dipastikan Memenuhi Standar Gizi, Higienis dan Aman

Sebarkan artikel ini
MENINJAU— Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat meninjau kesiapan pengoperasian SPPG Alai di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.

PADANG, METRO–Seluruh pegawai Sen­tra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Alai Polda Sumatra Barat (Sumbar) akan men­dapatkan edukasi menye­luruh tentang Standar Ope­rasional Prosedur (SOP). Edu­kasi ini mencakup stan­­dari­sasi higienitas, pem­bagian tugas sesuai kom­petensi, serta penegakan disiplin kerja.

Hal ini disampaikan Ka­polda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, saat meninjau fasilitas dapur SPPG Alai. Jenderal bintang dua itu, memastikan setiap makanan yang dihasilkan dapur SPPG Alai akan me­lalui uji kelayakan dan tes gizi yang ketat.

“Kita akan bekerja sa­ma dengan Badan Gizi Na­sional untuk memastikan setiap ma­kanan yang disa­jikan me­menuhi standar gizi, hi­gienis, dan aman bagi pe­nerima manfaat,” tegasnya.

Selain itu, Irjen Pol Ga­tot menegaskan bahwa SPPG Alai di bawah nau­ngan Yayasan Kemala Bha­yangkari harus menjadi contoh pengelolaan pa­ngan yang profesional.

Baca Juga  Guru Ngaji Sodomi Tiga Murid, Digilir Selama 5 Tahun

“Saya ingin SPPG Alai ini menjadi role model, bukan hanya sehat dan bersih, tapi juga disiplin dan profesional,” ujarnya.

Untuk mendukung hal ini, setiap karyawan akan menjalani penilaian rutin, dengan penghargaan bula­nan bagi yang berprestasi.

Dokter Yudi Candra dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sumbar menam­bah­kan, pihaknya telah me­lakukan pemeriksaan kese­hatan menyeluruh terha­dap seluruh calon pegawai, termasuk tes rontgen, un­tuk memastikan kondisi kesehatan yang prima.

“Kami juga mengawasi kualitas dan keamanan ma­ka­nan agar terbebas dari kon­taminasi biologis, fisik, ma­upun kimia. Proses pe­nge­cekan dilakukan me­lalui uji kimia, organoleptik, hingga pencicipan sebelum maka­nan didistribusikan,” jelasnya.

Baca Juga  Mendag: Acara Side Event G20 Harus Tingkatkan Citra Positif Indonesia

Dalam kegiatan ini, Chef Aming, seorang ahli kuliner, memberikan pela­tihan mengenai sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Sis­tem ini berfokus pada iden­tifikasi bahaya dan pen­cegahan risiko dalam pe­ngelolaan pangan.

“Kebersihan pribadi, penerimaan dan pe­nyim­panan bahan makanan, serta uji rasa oleh minimal tiga orang sebelum distri­busi sangat penting. Tujuan HACCP adalah mencegah kasus keracunan dan pe­nyakit akibat makanan, serta memastikan proses yang higienis dan aman,” ungkap Chef Aming.

Dengan pembekalan dan pengawasan ketat ini, SPPG Alai Polda Sumbar diharapkan dapat segera beroperasi secara optimal. Fasilitas ini diharapkan menjadi contoh penge­lolaan pangan yang bergi­zi, sehat, dan berkualitas, memberikan manfaat nya­ta bagi masyarakat. (rgr)