SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Perkuat Program Kesehatan WBP, Kalapas Narkotika Lakukan Silaturahmi dan Koordinasi Kesehatan

0
×

Perkuat Program Kesehatan WBP, Kalapas Narkotika Lakukan Silaturahmi dan Koordinasi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
LAYANAN KESEHATAN— Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdaldukkb) menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdaldukkb) menerima kunjungan silaturahmi dan koordi­nasi dari Kepala Lem­baga Pemasya­raka­tan (Kalapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto.  Pertemuan ini meru­pakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi an­tara Lapas dan Dinkes da­lam meng­op­timalkan program dan kegiatan bidang kese­hatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Rombongan Kalapas disambut langsung oleh Kepala Dinas, Ranu Verra Mardianti. Diskusi berfokus pada berbagai isu krusial, mengingat WBP Narkotika memiliki kebutuhan kesehatan spesifik, terutama terkait pencegahan penyakit menular dan dukungan rehabilitasi ber­kelanjutan.

Kepala Dinkes­dal­dukkb menyatakan komitmennya, “Kese­hatan adalah hak setiap warga negara, termasuk WBP. Kunjungan ini sangat penting untuk menyelaraskan program, memastikan stok obat-obatan esensial aman, dan mengintensifkan program skrining seperti pencegahan HIV/AIDS, TBC, dan dukungan nutrisi di Lapas.”

Sementara itu, Kalapas Narkotika Ressy Setiawan menegaskan, kami datang untuk memperkuat kemitraan dengan Dinkes. Duku­ngan tenaga kesehatan, fasilitas, dan obat-obatan dari Dinkes­dal­dukkb sangat vital agar program rehabilitasi medis dan pemulihan kesehatan WBP dapat berjalan efektif. “Kami ingin me­mas­tikan WBP kami kembali ke masya­rakat dalam kondisi fisik dan mental yang sehat.” Jelasnya.

“Pertemuan koordi­nasi ini juga membahas rencana aksi bersama, termasuk pelaksanaan penyuluhan kesehatan berkala di Lapas dan sistem rujukan yang lebih cepat untuk kasus-kasus medis darurat. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolabo­rasi yang sukses antara institusi pemasya­ra­katan dan sektor kesehatan daerah,” tuturnya. (pin)