MENTAWAI, METRO–Rapat Paripurna DPRD di Gedung Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-26 jatuh pada Sabtu 4 Oktober 2025 lalu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM, Nizam Ui Muluk.
Tak hanya itu Ketua DPRD Pesisir, dan Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, Wakil Bupati, Jakop Saguruk, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu juga hadir.
Rapat Paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat. Dalam sambutannya Ibrani Sababalat mengajak seluruh pihak agar peringatan HUT Ke 26 Mentawai dijadikan momen instropeksi diri. “Menjaga semangat persatuan dan memperkuat sinergi lintas sektor demi kemajuan Mentawai Merdeka dari ketertinggalan,” ujar Ibrani Sababalat.
Dalam pidato mantan Wakil Bupati, Kortanius pada tahun 2014 mengatakan tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan upaya-upaya yang di lakukan oleh semasa toko-toko terdahulu. “Terima kasih kita sampaikan kepada teman-teman kita yang telah menggagas Yang telah berjuang yang telah membangun baik itu di pemerintahan di politik, maupun tokoh-tokoh masyarakat yang lain sudah ambil bagian,” sebut Kortanius.
Kortanius menjelaskan mentawai berawal dari seminar yang dilakukan oleh Yayasan majelis tahun 90 narasumber utama Almarhum Profesor Doktor Sihombing guru besar Universitas Andalas seminar itu menyampaikan bahwa diberikan Kabupaten Mentawai punya karakter budaya berbeda. Itulah dimulai untuk menulis dan merintis menjaga berkomunikasi dan melakukan berbagai hal selama 10 tahun.
“Sebelumnya dokter profesor ikut berjasa terhadap Kabupaten Kepulau Mentawai, dan banyak hal yang perlu kita kenang toko-toko yang terlibat dalam pembangunan Mentawai,” uangkapnya.
Sementara Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, menyampaikan pidatonya, peringatan hari jadi ini bukan hanya seremonial semata, tetapi merupakan momentum reflektif untuk mengenang sejarah, merayakan pencapaian, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Mentawai yang maju, berdaya saing dan sejahtera.
Rinto menyebut, sejak tanggal 4 Oktober 1999, Mentawai resmi berdiri sebagai daerah otonom, dan sejak saat itu pula, tonggak pembangunan mulai dibangun dari nol, dengan segala keterbatasan. Namun setelah 26 tahun berjalan, Kepulauan Mentawai telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, meskipun tantangan geografis dan cuaca ekstrem masih menjadi bagian dari realita sehari-hari.
“Sejak tahun 2012 hingga 2024, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai secara konsisten telah melaksanakan program beasiswa pendidikan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Mentawai,” jelasnya.
Disbeutkan, dalam urun waktu 26 tahun, Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berbenah melakukan percepatan pembangunan di berbagai bidang seperti peningkatan pelayanan kesehatan, penurunan angka stunting, dan bidang pariwisata yang terus mengalami perkembangan.
Sedangkan perkembangan pariwisata Mentawai dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan tren yang sangat positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dari hanya 1.315 orang pada tahun 2020, melonjak menjadi lebih dari 9.800 orang di tahun 2023.
“Sementara itu, kunjungan wisatawan domestik juga tumbuh pesat, dari 29 ribu pada tahun 2020, kini telah menembus hampir 100 ribu orang di tahun 2024,” uangkapnya. (rul)






