METRO SUMBAR

HUT ke-26 Mentawai, Jadikan Momen Instropeksi Diri

1
×

HUT ke-26 Mentawai, Jadikan Momen Instropeksi Diri

Sebarkan artikel ini
RAPAT PARIPURNA— DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun ke-26, pada Sabtu (4/10) lalu.

MENTAWAI, METRO–Rapat Paripurna DPRD di Gedung Kabupaten Ke­pulauan Mentawai, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-26 jatuh pada Sabtu 4 Oktober 2025 lalu, Gubernur Sumatera Barat  Mahyeldi Ansharullah,  diwakili  Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM, Nizam Ui Muluk.

Tak hanya itu Ketua DPRD Pesisir, dan Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, Wakil Bupati, Jakop Saguruk, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu juga hadir.

Rapat Paripurna dibuka secara resmi oleh Ke­tua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat. Dalam sambutannya Ibrani Sababalat mengajak seluruh pihak agar peringatan HUT Ke 26 Mentawai dijadikan momen instropeksi diri.  “Menjaga semangat persatuan dan memperkuat sinergi lintas sektor demi kemajuan  Mentawai Merdeka dari ketertinggalan,” ujar Ibrani Sababalat.

Dalam pidato mantan Wakil Bupati, Kortanius pada tahun 2014 mengatakan  tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan upaya-upaya yang di lakukan oleh semasa toko-toko terdahulu.  “Terima kasih kita sampaikan kepada teman-teman kita yang telah menggagas Yang telah berjuang yang telah membangun baik itu di pemerintahan di politik, maupun tokoh-to­koh masyarakat yang lain sudah ambil bagian,” sebut Kortanius.

Baca Juga  Momen MTQN XL, Mahyudin Ajak Masyarakat jadikan Alquran Membangun Nilai Toleransi

Kortanius menjelaskan mentawai berawal dari seminar yang dilakukan oleh Yayasan majelis tahun 90 narasumber utama Almarhum Profesor Doktor Sihombing guru besar Universitas Andalas seminar itu menyampaikan bahwa diberikan Kabupaten Mentawai punya karakter budaya berbeda. Itulah dimulai untuk menulis dan merintis menjaga berkomunikasi dan melakukan ber­bagai hal selama 10 tahun.

“Sebelumnya dokter profesor ikut berjasa terhadap Kabupaten Kepulau Mentawai, dan banyak hal yang perlu kita kenang toko-toko yang terlibat dalam pembangunan Mentawai,”  uangkapnya.

Sementara Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, menyampaikan pidatonya,  peringatan hari jadi ini bukan hanya seremonial semata, tetapi merupakan momentum reflektif untuk mengenang sejarah, merayakan pencapaian, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Mentawai yang maju, berdaya saing dan sejahtera.

Rinto menyebut, sejak tanggal 4 Oktober 1999, Mentawai resmi berdiri sebagai daerah otonom, dan sejak saat itu pula, tonggak pembangunan mulai diba­ngun dari nol, dengan segala keterbatasan. Na­mun setelah 26 tahun berjalan, Kepulauan Mentawai telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, meskipun tantangan geo­grafis dan cuaca ekstrem masih menjadi bagian dari realita sehari-hari.

Baca Juga  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Syuir Syam Sosialisasikan Kewaspadaan Dini dan Respon penyakit Potensial

“Sejak tahun 2012 hingga 2024, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Menta­wai secara konsisten telah melaksanakan program beasiswa pendidikan sebagai bentuk nyata duku­ngan terhadap peningkatan kualitas sumber daya ma­nusia Mentawai,” jelasnya.

Disbeutkan, dalam urun waktu 26 tahun, Kabupaten Kepulauan Menta­wai terus berbenah mela­kukan percepatan pembangunan di berbagai bi­dang seperti peningkatan pelayanan kesehatan, pe­nurunan angka stunting, dan bidang pariwisata yang terus mengalami per­kembangan.

Sedangkan per­kem­bangan pariwisata Mentawai dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan tren yang sangat positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dari hanya 1.315 orang pada tahun 2020, melonjak menjadi lebih dari 9.800 orang di tahun 2023.

“Sementara itu, kunju­n­gan wisatawan domestik juga tumbuh pesat, dari 29 ribu pada tahun 2020, kini telah menembus hampir 100 ribu orang di tahun 2024,” uangkapnya. (rul)