BERITA UTAMA

Injak Papan Penutup yang Lapuk, Siswi MAN Terjatuh ke Sumur 10 Meter

0
×

Injak Papan Penutup yang Lapuk, Siswi MAN Terjatuh ke Sumur 10 Meter

Sebarkan artikel ini
JATUH KE SUMUR— Petugas Damkar mengevakuasi siswi MAN yang terjatuh ke sumur sedalam 10 meter di Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Jatuh gegara tak sengaja menginjak papan penutup sumur yang sudah lapuk, seorang gadis remaja yang berstatus pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Limapuluh Kota terjatuh ke sumur sedalam 10 meter di belakang rumahnya, Sabtu (4/10).

Insiden nahas itu sontak membuat heboh warga Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Korban bernama Viona Ushuwatul Hasanah (18) sempat terjebak lebih dari satu jam di dalam sumur.

Warga berusaha mengevakuasi kor­ban de­ngan menjulurkan tali ke dalam su­mur, tapi tak membuahkan hasil. Tak ber­selang lama, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang mendapat laporan adanya insiden itu, datang ke lokasi dan ber­hasil mengevakuasi korban dengan kondisi selamat.

Sekretaris Dinas Pema­dam Kebakaran dan Pe­nyelamatan Kabupaten Li­mapuluh Kota, Wiwing Nof­ri, membenarkan peris­tiwa tersebut. Menurut laporan yang diterima, ke­jadian bermula saat korban berada di dekat sumur yang pe­nutupnya terbuat dari pa­pan kayu sudah lapuk.

“Papan penutup sumur diduga patah saat terinjak oleh korban dan membuat  korban terpeleset masuk ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 10 me­ter dan ketinggian air men­capai 1 meter,” kata Wi­wing Nofri, Minggu (5/10).

Dijelaskan Wiwing Nof­ri, suasana evakuasi ber­langsung cukup dramatis. Warga yang panik sempat berteriak meminta tolong sambil menjulurkan tali seadanya ke dalam sumur.

“Tak lama, tim pema­dam kebakaran dari Posko Lareh Sago Halaban tiba di lokasi bersama Babinsa. Menggunakan tali penga­man, seorang petugas tu­run perlahan ke dalam su­mur untuk mengevakuasi korban,” tutur dia.

Wiwing Nofri menga­takan, lorban sempat keta­kutan dan menangis saat berada di dalam sumur. Dengan bantuan peralatan dan kerja sama warga, akhirnya korban berhasil diangkat ke permukaan dalam keadaan selamat.

“Proses penyelamatan berlangsung puluhan me­nit disaksikan puluhan war­ga yang ikut tegang me­nyak­sikan jalannya eva­kuasi. Setelah berhasil die­vakuasi, korban langsung mendapat pertolongan per­tama sebe­lum dibawa pu­lang ke rumah­nya,” jelas Wiwing Nofri.

Wiwing Nofri meng­imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mem­perhatikan kondisi sumur di sekitar rumah, terutama yang penutupnya sudah lapuk dan berisiko memba­hayakan keselamatan. (uus)