METRO PADANG

BWS V Bangun JIAT di Bungus dan Luki, Solusi Petani di Musim Kemarau, Dukung Swasembada Pangan dan Ketersediaan Air Persawahan

1
×

BWS V Bangun JIAT di Bungus dan Luki, Solusi Petani di Musim Kemarau, Dukung Swasembada Pangan dan Ketersediaan Air Persawahan

Sebarkan artikel ini
JARINGAN IRIGASI— Balai Wilayah Sungai (BWS) V berencana akan membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), membangun sumber air irigasi untuk sawah melalui sumber air tanah dalam.

PADANG, METRO–Petani di Padang sering di­lan­da kegelisahan dan kekha­watiran ketika musim kemarau panjang datang. Ketika musim kemarau, banyak sawah petani tak teraliri air. Beruntung, kega­lauan itu terjawab sudah.

Balai Wilayah Sungai (BWS) V berencana akan membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Sosialisasi pembangunan JIAT dilakukan di Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, Jumat (3/10) lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani mengatakan, pembangu­nan JIAT dilakukan di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan Kecamatan Lubuk Kilangan.

“Ada delapan kelompok tani yang mendapatkan JIAT ini,” ujar Yoice, Minggu (5/10).

Yoice menyebut, pembangunan JIAT merupakan membangun sumber air irigasi untuk sawah melalui sumber air tanah dalam. Biasanya sumber air irigasi dari sungai (air permukaan).

“Tentunya pembangu­nan JIAT ini untuk mendukung swasembada pangan dengan memperlancar ketersediaan air untuk lahan sawah,” jelas Kadis.

Baca Juga  Hari Pertama, UNBK Diklaim Tanpa Kendala

Yoice menceritakan, awalnya pihaknya mendapatkan informasi dari Dinas PUPR Kota Padang bahwa ketika itu ada anggaran pembangunan JIAT yang terdapat di Kementerian PU. Mendengar informasi tersebut, Dinas Pertanian kemudian mengu­sul­kan JIAT untuk Kota Padang melalui aplikasi SIPURI yang terdapat di BWS V (Kementerian PU).

“Ketika itu kita mengusulkannya pada bulan Mei 2025 dengan tujuan untuk sumber air irigasi bagi sawah,” terang Yoice.

Beruntung, usulan itu di­akomodir pada DIPA APBN Kementerian PU. Sebanyak delapan kelompok tani mendapatkan bantuan itu.

“Dipilihnya kelompok tani penerima manfaat di Bungus karena lahan sa­wah di sana seluas 650 hektare. Di sana juga banyak kelompok tani. Di Bungus juga terdapat lahan sawah tadah hujan seluas 123 hektare. Sumber airnya dari bukit, sehingga ketika mu­sim kemarau tiba, sumber air sa­wah kering,” sebut Yoice.

Nantinya, sarana dan prasarana yang difasilitasi melalui JIAT cukup banyak. Di antaranya seperti bak penampungan, sumur bor air tanah dalam, pompa air, solar sel sebagai sumber listrik untuk pompa air, serta pipa menuju lahan sawah.

Baca Juga  Tangani Stunting Lewat ‘Kalimunting’ di Kototangah, Aksi Door to Door Datangi Rumah yang Miliki Balita

“Alhamdulillah usulan kita diterima, anggaran untuk satu JIAT senilai Rp1,5 miliar lebih,” kata Yonce.

Delapan kelompok tani penerima manfaat JIAT yakni Poktan Labuhan Ta­rok di Kelurahan  Bungus Barat Kecamatan Bungus, Poktan Bunga Tanjung di Kelurahan Bungus Barat Kecamatan Bungus, Poktan Sarasah di Kelurahan  Bungus Timur  Kecamatan Bungus, Poktan Kolong Jambak di Kelurahan  Bungus Barat Kecamatan Bungus, Poktan Batung I di Kelurahan Teluk Kabung Utara Kecamatan Bungus, Poktan Batung II di Kelurahan Teluk Kabung Utara Kecamatan Bungus, Poktan Aie Cangkiang di Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus, serta Poktan Subur di Kelurahan Koto Lalang Kecamatan Lubuk Kilangan. (ren)