BUKITTINGGI,METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat meningkatnya kasus penyakit campak di daerah tersebut. Langkah utama yang kini digencarkan adalah dengan memperluas layanan imunisasi campak bagi anak-anak.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meÂngataÂkan, pemerintah tiÂdak ingin kasus campak berkemÂbang menjadi KLB seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
“Kasus campak jangan sampai jadi KLB. Perwakilan WHO bahkan sudah datang ke Bukittinggi karena ada temuan 56 warga yang terjangkit,” ujarnya, Sabtu (4/10).
Ramlan mengimbau masyarakat agar tidak meÂnunda imunisasi bagi anak-anak mereka. Menurutnya, imunisasi terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat campak.
“Rendahnya cakupan imunisasi bisa memicu wabah. Kita tidak ingin seperti di Madura, di mana 20 orang meninggal akibat campak,” tegasnya.
Namun, ia menyayangkan masih adanya penolakan imunisasi di beberapa sekolah dan lingkungan masyarakat. “Masih ada sekolah yang seluruh sisÂwanya menolak imunisasi. Padahal, penyebaran virus campak sangat mudah. Edukasi kepada masyarÂakat harus terus ditingkatkan,” tambahnya.















