SIJUNJUNG, METRO–Sebagai upaya percepatan pengembangan daerah transmigrasi di Muaro Takuang, Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung akan dilakukan melalui kajian dan penelitian agar pembangunan tepat sasaran.
Melalui pembentukan tim ekspedisi patriot, Pemkab Sijunjung mengharapkan setiap potensi dan kebutuhan pembangunan di kawasan transmigrasi Muaro Takuang, Kamang Baru dapat terpetakan dengan baik.
Tim ekspedisi patriot itu terdiri dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah OPD terkait yang ada di lingkup Pemkab Sijunjung.
“Tim ekspedisi patriot ini nantinya menggali potensi dan masalah yang ada di kawasan Transmigrasi Muaro Takung Kamang Baru. Sehingga Pemkab Sijunjung bisa mengambil langkah yang tepat untuk kebijakan pembangunan,” tutur Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung, David Rinaldo.
Dikatakannya, tim akan melakukan penelitian, memetakan serta menyusun rekomendasi untuk menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam program transmigrasi nasional di kawasan transmigrasi Muaro Takung.
“Kita juga telah melakukan focus group discussion (FGD) antar instansi dalam mendukung program Tim Ekspedisi Patriot pada Kamis (2/10) kemarin,” ujarnya.
Kegiatan FGD dilakukan guna menjalin sinergitas dan koordinasi antar instansi untuk membahas strategi dan rencana aksi dalam meningkatkan efektivitas program.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Dr.Zefnihan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan tim ekspedisi patriot UNDIP, IPB dan ITB yang merupakan program unggulan dari Kementerian Transmigrasi.
“Semoga hasil ekspedisi ini dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan kawasan transmigrasi, dan Kabupaten Sijunjung secara umum,” terangnya.
Sekda menekankan pentingnya integrasi lintas sektor serta keberlanjutan program. “Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran akademisi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan transmigrasi yang lebih maju dan inklusif,” jelas Zefnihan.
Pihaknya mengatakan, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah akan memberikan data-data pendukung untuk memudahkan tim ekspedisi patriot melakukan penelitian.
“Diharapkan kepada seluruh instansi yang terlibat agar memberikan data-data yang diperlukan oleh tim ekspedisi patriot,” tegasnya.
Laporan progres dan capaian penelitian yang telah dilakukan selama satu bulan terakhir meliputi, Tim UNDIP menyampaikan hasil kajian berupa rekomendasi evaluasi kawasan transmigrasi, yang menyoroti efektivitas program, potensi perbaikan, serta arah pengembangan kawasan agar lebih berkelanjutan.
Selanjutnya, Tim IPB memaparkan desain pengembangan komoditas unggulan spesifik di kawasan transmigrasi, dengan fokus pada potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tim dari ITB menghadirkan konsep desain model kolaborasi kelembagaan ekonomi, yang menitikberatkan pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berdaya saing. (ndo)






