BERITA UTAMA

Kemenag Gandeng Ahli Bangunan, Cegah Tragedi Robohnya Gedung Pesantren Terulang

0
×

Kemenag Gandeng Ahli Bangunan, Cegah Tragedi Robohnya Gedung Pesantren Terulang

Sebarkan artikel ini
FOTO UDARA— Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9).

JAKARTA, METRO–Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tidak ingin kasus robohnya bangunan di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, terulang kembali. Untuk itu, Kemenag segera menggandeng ahli bangunan guna melakukan pengecekan kelayakan gedung pesantren, terutama yang dibangun secara swadaya.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, Jumat (3/10). Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Kita mendoakan para korban yang wafat agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah, mudah-mudahan syahid, dan yang luka-luka segera diberi kesembuhan,” ucapnya.

Thobib mengakui, masih banyak pesantren tradisional yang bangunannya didirikan secara swadaya tanpa prosedur formal. Karena itu, Kemenag berkomitmen melakukan identifikasi dan asesmen bangunan yang berpotensi bermasalah.

Baca Juga  Penimbunan Minyak Tanah dan Pemalsuan BBM Dibongkar

Dalam upaya ini, Kemenag akan melibatkan ahli bangunan, termasuk berkoordinasi dengan Kemen­te­rian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan keamanan struktur dan kondisi bangunan pesantren di Indonesia.

“Kemenag memang tidak memiliki kewenangan teknis dalam menilai kelayakan bangunan. Karena itu, kami siap berkoordinasi dengan kementerian terkait agar regulasi pembangunan sarana pesantren dapat diterapkan,” jelasnya.

Thobib menambahkan, Kemenag juga akan melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pimpinan pesantren, agar mereka memahami pentingnya mengikuti prosedur pembangunan sesuai regulasi yang berlaku.

Di tengah suasana duka, Thobib meminta ma­sya­rakat tetap menaruh kepercayaan pada pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah lama menjadi bagian penting dari tradisi bangsa Indonesia.

Baca Juga  Asyik Memancing, Mirel Disambar Buaya Sungai

“Pesantren adalah pusat pengembangan ilmu, budaya, dan pembentukan karakter. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir menitipkan anak-anaknya di pesantren, karena Kemenag akan terus mengawal agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Thobib mengingatkan bahwa Pe­santren Al Khoziny sendiri memiliki sejarah panjang. Pesantren ini sudah berdiri lebih dari satu abad dan melahirkan banyak ulama besar, bahkan KH Hasyim Asy’ari pernah menimba ilmu di sana.

“Musibah ini harus menjadi pelajaran bersama, bukan alasan untuk mengurangi kepercayaan pada pesantren,” tegasnya. (*/rom)