PAYAKUMBUH, METRO –Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus memaksimalkan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang didistribusikan melalui dapur atau Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) ini telah berjalan di berbagai kecamatan di Kota Payakumbuh.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan. Hal ini termasuk juga pada dapur atau SPPG baru yang mulai beroperasi.
Antisipasi terhadap potensi keracunan makanan, terutama bagi peserta didik penerima MBG di sekolah-sekolah yang tersebar di empat kecamatan, menjadi perhatian serius Pemko Payakumbuh. Melalui Dinas Pendidikan, pengawasan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan dapur atau SPPG sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN), terus dilakukan agar penyajian menu sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Salah satu fokus kami adalah memastikan setiap SPPG benar-benar menyiapkan menu MBG sesuai aturan yang berlaku. Dengan koordinasi yang maksimal, permasalahan seperti keracunan bisa diantisipasi,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, Danil Defo, baru-baru ini.
Ia juga mengatakan, saat ini, tercatat ada sekitar 11 dapur atau SPPG yang beroperasi di Kota Payakumbuh. Mereka setiap harinya menyiapkan puluhan ribu porsi makanan bergizi gratis bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Ke depan, ditargetkan jumlah dapur penyedia MBG di Payakumbuh dapat meningkat menjadi 18 dapur hingga akhir tahun 2025. Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan juga berharap adanya dukungan dan pengawasan bersama dari seluruh pihak, agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (uus)






