DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Provinsi Sumbar ke-80 tahun 2025, di ruang sidang utama gedung DPRD Sumbar, Selasa (1/10).
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumbar, Muhidi didampingi Wakil Ketua, Evi Yandri, M Iqra Chissa dan Nanda Satria. Dari Pemerintah Peovinsi (Pemprov) hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharulla dan Wakil Gubernur Vasco Ruseimy. Selain itu, hadir pula anggota DPR RI, jajaran Forkopimda Sumbar, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Pada sidang paripurna istimewa itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Amin Shabana menjadi narasumber memberikan pandangan dan pencerahannya untuk dijadikan referensi dalam merumuskan strategi pembangunan Sumbar ke depan.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi mengatakan, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap komitmen semua pihak terhadap tanah kelahiran yang sangat dicintai ini.
“Kita patut merenungkan kembali, sejauh mana kita menjaga, melestarikan, dan menerapkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita. Dalam gelombang globalisasi dan derasnya arus teknologi informasi, kita menghadapi tantangan serius berupa degradasi nilai, norma, dan budaya termasuk nilai-nilai adat Minangkabau,” kata Muhidi.
Muhidi mengakui, bnyak capaian yang telah diraih. Dalam satu dekade terakhir, setelah melalui bencana gempa 2009 dan pandemi Covid-19, Sumbar tetap bergerak maju. Tetapi, masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan, seperti pemerataan pembangunan infrastruktur antar wilayah serta pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat.
“Oleh sebab itu, kerja sama dan kolaborasi semua pemangku kepentingan pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan para perantau sangatlah diperlukan. Kita harus membangun Provinsi Sumbar menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan masyarakatnya sejahtera tanpa kehilangan identitas sebagai urang Minang yang beradat dan berbudaya,” tuturnya.
Muhidi mengatakan, sesuai tema hari Jadi Sumbar ke-80 “Bersama Membangun Sumatera Barat Sejahtera dan Maju”, marilah dijadikan sebagai peringatan ini sebagai titik balik kebangkitan, dengan selalu menumbuh kembangkan semangat kolektif, mempererat solidaritas, dan memperkuat jati diri masyarakat Sumbar. Semangat ini juga sejalan dengan visi “Indonesia Emas 2045” sebagaimana tertuang dalam RPJPD Sumatera Barat 2025–2045 Dan RPJMD 2025-2029.
Muhidi mendorong pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan dan alokasi anggaran daerah yang mendukung pelaksanaan program ini secara maksimal dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara program nasional dan kearifan lokal, dapat mempercepat pembangunan Sumbar secara lebih inklusif dan berkelanjutan..
“Mari kita tingkatkan kebersamaan, kolaborasi dan sinergisitas antar pemangku kepentingan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah. Selamat hari jadi Sumbar ke-80 Tahun 2025. Sumbar mesti terus berkembang maju dan wujudkan Sejahtera Masyarakat lebih baik lagi dengan tetap melestarikan budaya dan jati diri berdasarkan filosofi ABS-SBK,” kata Muhidi.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan capaian penting pembangunan daerah dalam periode RPJPD 2005—2025. Salah satu indikator utama adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menembus angka 76,43 pada 2024, melampaui rata-rata nasional sebesar 75,02 dan menempatkan Sumbar di posisi keenam nasional.
“Ini menandakan konsistensi pembangunan telah membawa masyarakat Sumbar hidup lebih sehat, terdidik, dan sejahtera. Selain IPM, sektor ekonomi juga tumbuh. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku naik dari Rp241,89 triliun (2020) menjadi Rp332,94 triliun (2024). Tingkat pengangguran turun dari 6,88% menjadi 5,75%, sementara angka kemiskinan menyusut dari 5,92% menjadi 5,42%,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menegaskan, seluruh capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Ia mengajak seluruh pihak melanjutkan kolaborasi untuk mewujudkan “Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan.”
“Kami mengajak masyarakat Sumbar untuk senantiasa menjaga persatuan dan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap kampung halaman, memperkuat persaudaraan, dan mendorong semangat kebersamaan untuk membangun dan menjaganya agar senantiasa menjadi rumah yang madani bagi semua,” pungkas Mahyeldi. (rgr)






