BERITA UTAMA

Hari Ini, Pemprov Sumbar Peringati HUT ke-80, Siapkan 8 Agenda Utama Pembangunan

1
×

Hari Ini, Pemprov Sumbar Peringati HUT ke-80, Siapkan 8 Agenda Utama Pembangunan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berumur 80 tahun, Rabu (1/10). Di usianya yang hampir satu abad itu, Pemprov Sum­bar menyiapkan delapan agenda utama untuk pembangunan ke depan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi An­sharullah mengatakan, agenda pem­bangunan itu mencakup sektor pen­didikan, kesehatan, pangan, nagari, perdagangan, infrastruktur, budaya, dan pariwisata.

Pertama, peningkatan mutu pen­didikan dan layanan kesehatan. Peme­rintah akan membangun sekolah baru, menambah ruang kelas, mem­perkuat kompetensi guru, menyedia­kan beasiswa, dan menekan angka kematian ibu.

Target 2030, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 81,10, harapan hidup mencapai 75,66 tahun, prevalensi stunting turun ke angka 16,11 persen, serta cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menembus 98,15 persen.

“Kami pastikan anak-anak di seluruh wilayah Sumbar, dari pesisir hingga pegunungan, bisa mengakses pendidikan bermutu dalam kondisi sehat,” ujar Mahyeldi, Selasa (30/9) di Padang.

Kedua, menjadikan Sumbar lum­bung pangan nasional. Pemprov Sum­bar akan mengalokasikan 10 persen APBD bagi penguatan sektor perta­nian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Langkah ini diharapkan meningkatkan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian hingga 23 persen pada 2030.

Ketiga, menguatkan na­­gari sebagai basis kema­juan. Program ini meliputi pembangunan pusat krea­tivitas nagari dengan fasi­litas internet gratis, pe­ngembangan desa wisata, peningkatan hunian layak, hingga pengelolaan sam­pah dan air bersih.

“Dengan penguatan na­gari, kami ingin per­sentase desa mandiri di Sumbar meningkat dari 7,83 persen menjadi 11,83 persen,” sebut Mahyeldi.

Keempat, menjadikan Sumbar pusat perdaga­ngan dan bisnis di bagian barat Sumatera. Pemprov akan mengembangkan pe­labuhan ekspor-impor, mem­­perkuat peran keuangan sya­riah, mengembangkan in­dustri berbasis digital, serta mempercepat tran­sfor­ma­si UMKM. “Kita per­nah menjadi pusat perda­ga­ngan dengan Teluk Ba­yur sebagai pelabuhan uta­­ma. Status itu bisa kita rebut kembali,” katanya.

Baca Juga  Semen Indonesia Revitalisasi Laboratorium UBH Padang

Kelima, pembangunan infrastruktur berkeadilan dan tanggap bencana. Pem­prov menargetkan indeks risiko bencana turun dari 141,27 menjadi 136,14 pada 2030.

Keenam, memperkuat kehidupan beradat dan berbudaya berbasis aga­ma. Pemprov berkomit­men menjadikan keluarga sebagai pusat pemben­tukan karakter, menghi­dupkan kembali fungsi surau, serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.

Ketujuh, meningkatkan daya saing pariwisata. Target 2030, jumlah wisata­wan nusantara naik dari 21,10 juta menjadi 30,90 juta, se­mentara wisatawan man­canegara meningkat dari 43,08 ribu menjadi 59,24 ribu.

Kedelapan, reformasi birokrasi dan penguatan keuangan daerah. Pem­prov akan membenahi sis­tem ASN berbasis kinerja, mengoptimalkan pajak dan retribusi, serta menggali sumber pendapatan baru.

“Kami bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy berkomitmen menjalankan agenda besar ini untuk me­wujudkan Sumbar ma­da­ni yang maju dan berkea­dilan,” ucap Mahyeldi.

Pencapaian Pembangunan Daerah

Di usia ke-80, Pemprov Sumbar berhasil mencapai IPM  yang tinggi serta per­tumbuhan ekonomi yang stabil, pada akhir periode Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Pada awal RPJPD, IPM Sumbar berada di angka 71,6. Angka harapan hidup tercatat 68,2 tahun, rata-rata lama sekolah 8 tahun, dan pengeluaran per ka­pita Rp618 ribu. Hingga 20 tahun perjalanan, pada 2024, IPM meningkat men­jadi 76,43. Harapan hidup naik men­jadi 74,37 tahun, rata-rata lama sekolah 9 tahun, hara­pan lama se­kolah 14,3 ta­hun, serta pengeluaran per kapita melonjak menjadi Rp11,7 juta.

Capaian ini menem­patkan Sumbar pada pe­ringkat enam nasional, di atas rata-rata IPM nasional 75,02. “Angka ini mem­buktikan pembangunan konsisten mampu me­ning­katkan layanan kesehatan, memperluas akses pendi­dikan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan,” kata Mahyeldi.

Baca Juga  Payakumbuh Tuan Rumah Rakor Kepala Daerah se-Sumbar, Kado Terindah Riza Falepi, Bangun Kampus UNP di Payakumbuh

Ditegaskannya, keber­ha­silan itu tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat. Me­nurutnya, anggaran ter­batas tidak menjadi ham­batan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

“Dengan izin Allah dan kerja keras bersama, hari ini masyarakat Sumatera Barat hidup lebih sehat, lebih terdidik, dan lebih sejahtera,” ujar Mahyeldi.

Ekonomi Tumbuh dan Stabil

Sela­in IPM, pertum­buhan ekonomi daerah juga menunjukkan per­baikan. PDRB atas dasar harga berlaku, meningkat dari Rp241,89 triliun pada 2020 menjadi Rp332,94 tri­liun pada 2024. Sementara PDRB atas dasar harga konstan, naik dari Rp169,43 triliun menjadi Rp199,41 triliun.

“PDRB per kapita juga tumbuh dari Rp54,33 juta pada 2020 menjadi Rp57,05 juta pada 2024. Per­tum­buhan ini berbanding lurus dengan terbukanya lapa­ngan kerja dan turunnya angka kemis­kinan,” sebut Mahyeldi.

Data menunjukkan ting­kat pengangguran terbuka menurun dari 6,88 persen pada 2020 menjadi 5,75 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin juga ber­kurang dari 345,73 ribu jiwa menjadi 315,43 ribu jiwa.

“Rasio Gini kita di ang­ka 0,283. Itu salah satu yang terendah di Indonesia. Ar­tinya, pertumbuhan eko­nomi tidak hanya di­nikmati kelompok atas, tapi dira­sakan merata oleh ma­syarakat luas,” ungkapnya.

Ia menekankan stabi­litas pertumbuhan ekonomi menjadi modal penting dalam menjaga daya tahan daerah. Menurutnya, per­tumbuhan merata mem­buat ekonomi lebih tang­guh menghadapi krisis.

“Memang pertumbu­han kita tidak terlalu tinggi, tetapi stabil. Kondisi ini justru membuat Sumbar lebih tahan banting ter­hadap guncangan,” jelas­nya. (AD.ADPSB)