PESSEL, METRO–Seorang petani di Kampung Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dilaporkan hilang akibat terseret arus saat menyeberangi sungai.
Korban diketahui bernama Dodi P (44) tersebut diduga terseret arus sungai yang deras karena hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Sumbar pada Minggu (28/9). Hilangnya korban kemudian dilaporkan ke BPBD dan Kantor SAR Padang.
“Kami mendapatkan laporan soal adanya orang hilang yang diduga hanyut ini tadi pagi dan tim saat ini sudah berada di lokasi,” kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, Senin (29/9).
Dijelaskan Abdul Malik, dari keterangan yang diperoleh di lapangan, Dodi sedang berangkat ke sawahnya untuk bekerja seperti biasanya dan korban biasanya pulang ke rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB. Tetapi hingga malam korban belum pulang.
“Pihak keluarga dan warga setempat sudah sempat melakukan pencarian area persawahan dan di sekitar perkampungan, tetapi masih belum membuahkan hasil. Karena itu, keluarga melaporkan ini kepada kami untuk dilakukan pencarian terhadap survivor tersebut,” jelas Abdul Malik.
Abdul Malik mengatakan, untuk melakukan pencarian tersebut pihaknya telah menurunkan tim dari Pos SAR Pesisir Selatan yang berjumlah 5 orang personel.
“Personel yang diturunkan tersebut sudah membawa perlengkapan seperti peralatan medis serta peralatan lainnya yang dibutuhkan untuk melakukan pencarian,” tuturnya.
Abdul Malik pun berharap korban yang diduga terseret arus sungai yang deras tersebut bisa segera ditemukan oleh tim bersama warga. Menurutnya, dalam melakukan pencarian tersebut pihaknya tidak terlalu mudah untuk bisa menemukan korban secepat mungkin.
“Arus sungai di lokasi tersebut masih deras dan juga cuaca yang berawan membuat tim cukup was-was untuk melakukan pencarian tersebut. Tetapi tim tetap turun untuk melakukan pencarian,” katanya.
Demi kelancaran pencarian, Abdul Malik berharap agar hari ini tidak terjadi hujan lagi di wilayah tersebut agar tim yang melakukan pencarian tidak terlalu was-was dalam melaksanakan tugas di lapangan.
“Kalau hujan, tim yang melakukan pencarian akan was-was dalam melaksanakan tugas di lapangan. Kita akan terus beruapaya semaksimal mungkin untuk mencari korban,” tutup dia. (*)






