TANAHDATAR, METRO —Musibah kebakaran besar menghanguskan tiga rumah semi permanen dan satu bangunan bengkel sepeda motor di Jorong Tigo Batua, Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanahdatar, pada Minggu (28/9) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dampaknya, 20 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudaranya lantaran rumah yang mereka huni sudah menjadi puing. Tidak hanya itu saja, kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran ini mencapai Rp 1,5 miliar.
Wali Nagari Parambahan Robi Yasdi di lokasi kejadian mengatakan api mulai membesar sekitar pukul 04.00 WIB. Sontak saja, warga setempat panik berhamburan dari rumahnya untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang.
“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik dari salah satu rumah yang terbakar. Bangunan yang terbakar tersebut adalah milik Yurlena (56), Jalinus (79), Masrial (51), dan bengkel motor milik Yogi (35),” kata Robi Yasdi kepada wartawan.
Ditambahkan Robi Yasdi, tak hanya rumah, dua unit mobil juga terkena imbas dari kebakaran tersebut, yakni satu unit mobil angkot kopatra terbakar di sisi kiri, ban kiri belakang sudah hangus terbakar. Sementara satu unit mobil kijang terbakar ada bagian kiri belakang.
“Sementara dalam bengkel, satu unit motor ikut terbakar. Yang membuat api semakin cepat membesar karena di dalam bengkel ada bahan bakar minyak (BBM) yang cukup banyak. BBM itu memang biasanya dijual oleh pemilik bengkel,” tutur dia.
Robi juga menjelasan, akibat dari kebakaran tersebut, tak satupun barang yang bisa terselamatkan oleh para korban, mereka hanya bisa pasrah. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sebanyak 20 orang terpaksa mengungsi kerumah keluarga.
“Proses pemadaman berlangsung sampai pagi dan dipastikan tidak ada korban jiwa. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Masyarakat kami imbau untuk waspada kebakaran,” ujarnya.
Kasat Damkar dan Pol PP Tanahdatar Mukhlis mengatakan, dalam peristiwa kebakaran tersebut, pihaknya mengerahkan empat unit armada. Rinciannya, tiga unit dari Damkar Tanahdatar dan satu unit armada Damkar dari Kota Padangpanjang.
“Api baru bisa dijinakan setelah petugas berjibaku dibantu warga sekitar pukul 8 pagi. Kurang lebih 4 jam petugas berjibaku memadamkan si jago merah. Kendala kita saat pemadaman karena banyaknya cairan yang mudah terbakar di dalam bengkel,” tutupnya. (ant)






