SAWAHLUNTO, METRO–Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 menyelenggarakan workshop bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta” di Gedung Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Talawi.
Kegiatan ini diikuti oleh 16 orang peserta, yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik. Sebagai pemateri tampil Nikmat Elva, M.Pd, Kasi Pendidikan di Dinas Pendidikan Payakumbuh, dengan materi pendalaman (deep learning), Jumat (26/9).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto Dr. H. Dedi Wandra, M.A memberikan arahan strategis kepada para peserta.
Ia menegaskan bahwa dengan diberlakukannya kurikulum baru, seluruh pendidik wajib untuk mengikuti dan menerapkannya.
“Bapak ibu semua harus bermimpi menjadi yang terbaik,” ujarnya, mengajak agar tenaga pendidik selalu meningkatkan kompetensinya melalui pembelajaran sepanjang hayat, baik dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun dengan terus meng-update pengetahuan dan keterampilan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan guru sangat tergantung pada kemampuan untuk memperbaharui pengetahuan. Mereka yang berupaya menyesuaikan diri akan berhasil, sementara mereka yang enggan berubah terancam tertinggal.
“Kalau sudah dari hati menyampaikan ilmu, dan anak pun menerima dengan senang hati. Insyaallah ilmu akan diterima dengan baik. Apabila hati tidak saling berkomunikasi, tentunya tugas hanya sebatas pada capaian kurikulum,” pungkasnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa apa yang dicetuskan oleh Menteri Agama terkait Kurikulum Berbasis Cinta sangatlah mulia.
“Kini tugas tenaga pendidik adalah menerapkannya dalam setiap aspek pembelajaran dan kehidupan madrasah sehari-hari dengan penuh dedikasi dan ketulusan,” timpalnya. (pin)





