CRYSTAL Palace menciptakan malam penuh drama di Selhurst Park dengan menumbangkan juara bertahan Premier League, Liverpool, lewat skor 2-1, Sabtu (27/9) malam WIB. Gol penentu kemenangan datang dari Eddie Nketiah pada menit ke-99 yang membuat suporter tuan rumah bergemuruh.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Palace yang tampil percaya diri langsung memberi kejutan dengan gol cepat. Pada menit ke-9, Ismaila Sarr membuka keunggulan tuan rumah setelah memanfaatkan kemelut dari situasi sepak pojok. Bola hasil duel antara Ryan Gravenberch dan Marc Guehi justru mengarah ke jalur Sarr, yang tanpa ampun menuntaskannya menjadi gol.
Liverpool mencoba bangkit, namun mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Palace. Di saat yang sama, Alisson Becker menjadi pahlawan di gawang The Reds dengan sederet penyelamatan penting, menjaga timnya tetap dalam permainan.
Palace sendiri juga tak tinggal diam. Jean-Philippe Mateta sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh yang mengenai mistar, sementara kiper Dean Henderson melakukan aksi gemilang menggagalkan peluang emas Gravenberch. Skor 1-0 untuk Palace bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih menekan. Florian Wirtz dan Mohamed Salah sempat mendapat peluang, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak membuahkan hasil. Frustrasi tampak mulai menghinggapi skuad Arne Slot.
Drama sesungguhnya terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Sepuluh menit menjelang bubaran, Eddie Nketiah yang baru masuk sebagai pemain pengganti justru membuang peluang emas untuk Palace. Momen itu seolah memberi harapan bagi Liverpool.
Benar saja, tiga menit sebelum waktu normal habis, Federico Chiesa sukses menyamakan kedudukan. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti, winger asal Italia itu melepaskan sepakan voli keras yang membuat skor berubah 1-1. Harapan Liverpool untuk pulang dengan satu poin pun sempat terbuka.
Namun, Selhurst Park menolak tenang. Pada menit ke-99, Nketiah menebus kesalahannya. Menerima lemparan jauh, ia dengan cerdik memanfaatkan kelengahan lini belakang Liverpool dan menaklukkan Alisson Becker. Skor 2-1 sekaligus memastikan Palace meraih kemenangan dramatis.
Hasil ini membuat Palace memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 18 laga di semua kompetisi. Sementara bagi Liverpool, ini adalah kekalahan pertama mereka musim ini setelah lima kemenangan beruntun.
Secara klasemen, The Reds masih berada di puncak dengan 15 poin, tetapi keunggulan mereka bisa terpangkas. Arsenal berpeluang mendekat jika mampu mengalahkan Newcastle United pada laga Minggu (28/9). Crystal Palace sendiri naik ke peringkat kedua dengan 12 poin.
Meski kalah, Liverpool tetap memiliki beberapa pemain yang tampil menonjol. Alisson Becker mendapat apresiasi tinggi berkat refleks briliannya. Namun, lini belakang justru mendapat sorotan. Ibrahima Konate terlihat gugup, sementara Virgil van Dijk tampil kurang tenang dari biasanya.
Di lini tengah, Ryan Gravenberch sempat nyaris mencetak gol dengan tembakan yang membentur tiang, sedangkan Dominik Szoboszlai dianggap paling konsisten. Sebaliknya, Alexis Mac Allister gagal memberi pengaruh besar sebelum digantikan Curtis Jones.
Barisan depan Liverpool juga jauh dari kata memuaskan. Mohamed Salah kesulitan lepas dari kawalan lawan, sementara Alexander Isak yang menjalani debut sebagai starter tampil mengecewakan. Florian Wirtz sedikit membaik setelah dimainkan di posisi nomor 10.
Pemain pengganti Liverpool memberi warna baru. Cody Gakpo dan Jeremie Frimpong menambah variasi serangan, sedangkan Federico Chiesa sempat menjadi pahlawan sesaat dengan gol indahnya. Namun, semua usaha itu sirna setelah gol telat Nketiah memastikan Palace menang.
Seusai laga, pelatih Liverpool, Arne Slot, melontarkan kritik pedas. Ia menyinggung salah satu pemainnya yang dianggap meninggalkan pos bertahan pada momen krusial, diduga mengarah kepada Jeremie Frimpong. “Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Cara kami bertahan sangat buruk,” ujar Slot seperti dikutip dari Daily Mail.
Slot bahkan mengakui bahwa Palace pantas menang. “Mereka mencetak gol dari set-piece, menciptakan peluang dari open play, dan memanfaatkan transisi dengan sangat baik. Banyak hal yang tidak saya sukai dari cara kami bertahan,” tambahnya.
Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa Premier League tidak mengenal ampun. Satu kesalahan kecil saja bisa mengubah hasil pertandingan. Bagi Crystal Palace, kemenangan ini menegaskan bahwa mereka bukan hanya sekadar penantang, tetapi juga ancaman serius di papan atas musim ini. (*/rom)






