BERITA UTAMA

Polda Sumbar Ajak Mahasiswa Tangkal Paham Radikalisme dan Intoleransi

0
×

Polda Sumbar Ajak Mahasiswa Tangkal Paham Radikalisme dan Intoleransi

Sebarkan artikel ini
Polda Sumbar
BERI MATERI— Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumbar, Kompol Omri saat memberikan materi terkait pencegahan paham radikalisme dan intoleransi di kampus STAI-PIQ Sumbar.

PADANG, METRO–Polda Sumbar menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme dan intoleransi kepada mahasiswa dan mahasiswi di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam dan ýPengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumbar, Jumat (26ý/9).

Dalam sosialisasi ini Polda Sumbar menghadirkan mantan warga yang terpapar radikalisme untuk menceritakan pengalamannya hingga memutuskan mengikrarkan dirinya kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk mencegah adanya paparan radikalisme di tubuh pendidikan baik mulai tingkat pelajar maupun mahasiswa.

“Kita menggelar kegiatan ini untuk bisa mencegah ataupun memproteksi paham radikal maupun intoleran di Sumbar. Pada kegiatan ini kita sýengaja menghadirkan narasumber yang merupakan mantan dari paham radikal tersebut,” kata Kombes Pol susmelawati.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswan dan Kerjasama STAI-PIQ Sumbar, Wilrahmi Izati, menyambut baik kegiatan ini, karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan mahasiswi di sini agar terhindar dari paham radikalisme dan intoleran yang dijelaskan langsung oleh narasumber.

Baca Juga  Berdasarkan Media Sosial, Kinerja Setahun Prabowo Capai 77,9% untuk Penilaian Positif

“Kegiatan ini kita menghadirkan sebagian mahasiswa saja, kita berharap mahasiswa yang hadir ini menyampaikan lagi materi yang didapat kepada teman-temannya yang lain, agar kampus kita terhindar dari paham radikalisme dan intoleran,” katanya.

Dia berkomitmen seluruh mahasiwa-mahasiswi berikut para dosen untuk mencegah adanya paham radikalisme dan intoleran di kampus tersebut.

“Ini tahun kedua kita bekerjasama dengan Polda Sumbar untuk mencegah radikalisme dan intoleransi di tubuh pendidikan. Bentuk komitmen kita, seperti kita welcome dengan orang yang datang ke kampus untuk silaturahmi, maupun kegiatan-kegiatan dan pelatihan seperti ini,” ujarnya

Sementara itu, Defrizal yang merupakan mantan terpapar radikal, mengatakan, dengan diberikan materi anti radikalisme dan intoleran, ia meminta kepada mahasiswa untuk jangan terlibat dalam gerakan yang terlarang dan melanggar hukum ini.

“Kita sudah jelaskan bagaimana keagamaan yang betul, ajaran yang benar dari Alquran dan Sunnah yang shohih itu saja yang kita ikuti. Rata-rata orang terjun ke radikal itu tidak puas dengan hukum negaraý. Alhamdulillah itu semua sudah jalan semestinya di negara ini, jangan sampai rumah yang kita bangun dirobohkan, apa yang kurang itu yang harus kita lengkapi,” kata Defrizal.

Baca Juga  Gegara Api Rokok, 2 Motor Terbakar di Warung Penjual Bensin Eceran

Defrizal mengimbau kepada teman-teman mahasiswa pelajari saja agama ini dengan benar, rujuk kepada sumber-sumber yang benar, shahih dan pakailah ulama yang rabani yang membimbing ke jalan yang lurus.

“Karakter warga Sumbar ini, apabila tidak cocok dengan pemahamannya, dia pasti akan lawan. Potensi paham radikalisme itu ada di Sumbar. Salah satunya saya, saya tergaet gara gara itu dulu. Dengan logika kita orang Minang ini sangat berpotensi untuk itu. Untuk itu saya berharap kepada pemimpin pusat bisa mengayomi warga termasuk yang ada di daerah ini, agar tidak terpapar paham ini ke daerah,” tutupnya. (rgr)