FRANCESCO “Pecco” Bagnaia mengungkapkan adanya perubahan tidak konvensional pada motor Ducati GP25 yang digunakannya. Perubahan itu pertama kali diuji dalam tes Misano dan kini resmi diterapkan menjelang seri MotoGP Jepang di Motegi, akhir pekan ini.
Juara dunia dua kali tersebut menilai modifikasi itu mampu memulihkan kembali rasa percaya diri pada bagian depan motornya, sesuatu yang sempat menjadi masalah pada beberapa seri terakhir.
“Modifikasi ini agak tidak konvensional, tapi hasilnya terasa positif. Ducati berhasil membawa inovasi yang sebelumnya sulit dibayangkan bisa diterapkan di lintasan,” ujar Bagnaia, dikutip dari Crash, Kamis (25/9).
Meski enggan membeberkan detail teknis perubahan tersebut, Bagnaia menyebut Ducati berupaya menyesuaikan arah pengembangan sesuai dengan hasil tes di Misano. “Ini hanya sebagian dari uji coba yang pernah kami lakukan, tapi cukup relevan untuk balapan akhir pekan ini,” tambahnya.
Bagnaia pun memasang target tinggi di Motegi. Musim lalu, ia sukses meraih kemenangan ganda sempurna di sirkuit yang sama. “Saya berharap bisa mengulang kesuksesan tahun lalu di Jepang. Rasanya luar biasa dan saya ingin kembali merasakan itu,” katanya.
Namun, jalan Bagnaia tidak akan mudah. Musim ini, Marc Marquez tampil luar biasa dengan keunggulan 182 poin atas saudaranya, Alex Marquez. Jika skenario berpihak, Marc bahkan bisa mengamankan gelar juara dunia pada balapan Minggu ini.
Bagnaia tak menampik dominasi Marc sepanjang musim. “Marc hampir tanpa saingan tahun ini. Ia satu-satunya pembalap yang mampu mengendarai GP25 dengan kecepatan 100 persen,” pujinya.
Statistik pun mendukung pernyataan Bagnaia. Dari 16 grand prix musim ini, Marc sudah meraih 11 kemenangan, ditambah 14 kemenangan Sprint. Satu-satunya kemenangan GP25 di luar Marquez adalah milik Bagnaia sendiri di Circuit of The Americas (COTA), setelah Marc terjatuh.
Di klasemen, Bagnaia kini menempati posisi ketiga. Ia masih dibayang-bayangi Marco Bezzecchi yang hanya terpaut delapan poin. Bezzecchi yang kini memperkuat Aprilia berpotensi merebut podium akhir musim, membuat persaingan semakin ketat di papan atas.
Dengan kondisi ini, MotoGP Jepang dipastikan akan menghadirkan drama. Bagnaia ingin membuktikan Ducati GP25 miliknya bisa kembali kompetitif, sementara Marc Marquez berpeluang mengunci gelar lebih awal. (*/rom)





