PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pedagang Ayam Potong Kecipratan Berkah Program MBG, Berharap Dapur Tak Beli Langsung ke PT

1
×

Pedagang Ayam Potong Kecipratan Berkah Program MBG, Berharap Dapur Tak Beli Langsung ke PT

Sebarkan artikel ini
PESANAN AYAM POTONG MENINGKAT— Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Ibuh Payakumbuh, sedang menyediakan pesanan ayam dari salah satu dapur atau SPPG program Makan Bergizi Gratis.

PAYAKUMBUH, METRO –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dimulai sejak awal Ja­nuari lalu di Kota Payakumbuh, tidak hanya mem­beri manfaat bagi ribuan peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Program yang digagas pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasio­nal (BGN) itu juga membawa berkah bagi pelaku u­saha, khususnya sektor pertanian dan peternakan.

Dampak nyata dirasakan para pedagang ayam potong di Pasar Tradisio­nal Ibuah Barat, Kota Payakumbuh. Sejak program MBG berjalan, penjualan ayam mereka meningkat signifikan. Jika sebelum­nya hanya berkisar 200 hingga 300 ekor per hari, kini bisa mencapai 500 hingga 600 ekor.

“Alhamdulillah, de­ngan adanya program MBG ini penjualan ayam semakin meningkat. Dampaknya jelas terasa terhadap pendapatan kami,” ujar salah seorang pedagang ayam, Yunus Alembea, Jumat (26/9).

Baca Juga  Panitia Pembangunan Masjid Agung Payakumbuh segera Terbentuk

Ia juga menambahkan, peningkatan penjualan ayam potong tersebut juga membuka peluang kerja baru. Jika sebelumnya pedagang hanya mem­pekerjakan maksimal tiga orang, kini jumlah pekerja bisa mencapai lima hingga tujuh orang. Jumlah itu bahkan di­perkirakan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah dapur atau Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra BGN dalam menyiapkan menu MBG.

“Untuk pekerja memang bertambah sejak adanya MBG atau dapur (SPPG) yang menjadi langganan kami, kedepannya juga akan terus ditambah jika jumlah dapur/langganan kami juga bertambah,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasokan, ayam potong tidak hanya dipasok dari peternak lokal di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, tetapi juga didatangkan dari berbagai daerah lain, bahkan dari luar Sumatera Barat.

Para pedagang berharap program MBG ini terus berlanjut, sehingga selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, juga mampu menggerakkan kembali roda eko­nomi pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga  Cerita Rakit Kapalo Banda, Dulu Bawa Kayu Bakar, kini Bawa Vino G Bastian

Harapan juga disampaikan oleh pedagang Ayam lainnya, menurut Riki, MBG akan berdam­pak pada masyarakat, baik petani, peternak pedagang maupun lainnya jika dapur atau MBG membeli kebutuhan kepada masyarakat/pedagang.

“ Kalau dapur atau SPPG melibatkan masya­rakat, tentu roda ekonomi akan berputar dan pedagang terbantu. Tapi sa­yang masih ada dapur yang membeli ayam langsung kepada PT atau perusahaan,” ucap Riki.

Dengan membeli ayam langsung (DO) ke PT atau Perusahaan, menurut Riki, tentu MBG yang juga bertujuan untuk membantu masyarakat tidak akan tercapai. “Kalau dapur atau SPPG langsung DO ayam potong ke PT, tentu program MBG yang digagas Presiden Prabowo tidak akan berdampak pada pedagang ataupun peternak kecil,” ucapnya. (uus)