AGAM, METRO–Usai bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, langsung meninjau lokasi irigasi yang jebol akibat banjir di Batang Inango, Jorong Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kamis (25/9).
Dalam tinjauan tersebut, Bupati menerima laporan dari Wali Nagari Tiku Selatan bahwa kerusakan saluran irigasi membuat warga tidak bisa menggarap lahan pertanian mereka.
“Setelah kita cek di lapangan, penyebab utama jebolnya irigasi ini adalah pendangkalan akibat sedimen. Akibatnya, aliran air meluap dan merusak lahan pertanian warga,” ungkap Bupati Benni.
Dampaknya tidak main-main. Sedikitnya 50 hektare lahan pertanian di sekitar kawasan tersebut terancam gagal panen jika perbaikan tidak segera dilakukan.
Bupati menegaskan bahwa penanganan cepat sangat diperlukan agar kerugian masyarakat tidak semakin meluas. “Kita akan segera mencarikan solusi bersama dinas terkait,” tegasnya.
Menurutnya, jika kerusakan bisa ditangani menggunakan anggaran kabupaten, pekerjaan perbaikan akan segera dilaksanakan. Namun jika biayanya cukup besar, Pemkab Agam akan mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi maupun Balai Besar Sungai.
Bupati berharap masalah ini segera terselesaikan sehingga warga kembali dapat mengolah sawahnya dengan normal. “Pertanian adalah penopang utama perekonomian masyarakat. Kita tidak ingin masyarakat kehilangan mata pencahariannya hanya karena irigasi yang rusak,” ujarnya. (pry)






