BUKITTINGGI, METRO–Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan disambut positif oleh masyarakat. Program ini menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dengan hadirnya GPM, masyarakat kini lebih mudah mendapatkan bahan pokok tanpa harus jauh-jauh ke pasar. Seperti disampaikan Tisnadia (42), warga MDA Arabia Koto Tangah, program ini sangat membantu kebutuhan keluarganya.
“Beras, minyak goreng, dan gula dijual dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan pasar. Bedanya, kami tidak perlu keluar biaya lebih besar untuk transportasi ke pasar karena sekarang sudah tersedia dekat rumah,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut agar masyarakat merasakan manfaatnya secara berkelanjutan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Bukittinggi dan Bulog. Kalau dulu mau belanja kebutuhan pokok harus ke pasar, sekarang semua sudah hadir di depan mata,” tambahnya.
Meski demikian, program ini juga menimbulkan pandangan berbeda dari pedagang. Susi (58), salah seorang pedagang beras di Pasar Bawah, mengaku sejauh ini tidak ada dampak signifikan terhadap penjualan.
“Penjualan beras kami masih stabil, belum ada pengaruh besar dari program ini. Mungkin karena masih baru. Tapi kalau berjalan terus, bisa saja harga beras lokal ikut turun,” ujarnya.
Menurut Susi, hal itu tidak menjadi masalah. Bahkan, jika harga lebih stabil, pihaknya bisa mendapatkan pasokan yang lebih banyak. “Kalau program ini benar-benar jalan, justru bisa memberi dampak baik ke depan,” katanya.
Dengan adanya GPM, pemerintah berharap pemerataan ekonomi di Kota Bukittinggi dapat terwujud, sekaligus mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. (pry)






