METRO PADANG

Kabau Sirah Tantang Serdadu Tridatu di Agus Salim, Saatnya Akhiri Rekor Buruk!

0
×

Kabau Sirah Tantang Serdadu Tridatu di Agus Salim, Saatnya Akhiri Rekor Buruk!

Sebarkan artikel ini
IMG 20250925 WA0042
KONFERENSI PERS— Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida didampingi pemain, Samuel Christianson Simanjuntak, dalam sesi konferensi pers, Kamis (25/9) jelang menghadapi Bali United di Stadion H. Agus Salim, Jumat (26/9) sore.

PADANG, METRO–Laga penuh gengsi akan tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (26/9) sore, ketika Semen Padang FC menjamu Bali United dalam pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026. Kick-off dijadwalkan pukul 15.30 WIB.

Pertemuan ini bukan seka­dar pertandingan biasa. Kedua tim sama-sama terseok di pa­pan bawah klasemen, dengan Kabau Sirah berada di posisi ke-16 mengoleksi empat poin, se­men­tara Serdadu Tridatu bertengger di peringkat ke-14 dengan enam poin. Selisih tipis hanya dua angka membuat laga ini krusial bagi ke­duanya.

Pelatih kepala Semen Padang, Eduardo Almeida, menegaskan timnya siap habis-habisan demi meraih tiga poin penuh di kandang sendiri. “Persiapan kita bagus. Lebih penting dari itu adalah pertandingan itu sendiri. Kita akan lakukan segalanya untuk bisa men­dapatkan tiga poin,” ujar­nya dalam konferensi pers, Kamis (25/9).

Meski hasil buruk meng­hantui dalam tiga laga terakhir, hanya meraih satu poin dengan dua keka­lahan beruntun, Almeida tetap optimistis. Menurut­nya, tren negatif itu justru bisa menjadi motivasi tam­bahan bagi pemain. “Bali adalah tim yang bagus, tapi kita juga harus mengha­dapi mereka dengan versi terbaik kita,” tegasnya.

Namun, Semen Padang tak bisa turun dengan ke­kuatan penuh. Tiga pemain utama dipastikan absen, yakni Ronaldo Kwa­teh yang masih dibekap cedera panjang, Herwin Tri Sa­putra, serta Pedro Ma­tos. “Kami memang kehi­langan beberapa pemain penting, tapi saya percaya dengan komposisi yang ada. Se­mua siap tampil maksi­mal,” jelas Almeida.

Baca Juga  Dibantu PT Semen Padang, 32 Welder Dapat Sertifikasi

Strategi permainan, ka­ta Almeida, tidak akan banyak berubah. Filosofi yang sudah ditanamkan sejak awal musim tetap dipertahankan, hanya saja akan ada sedikit penye­suaian sesuai kondisi la­wan. “Sepak bola adalah proses. Hasil penting, tapi kualitas permainan juga harus dijaga,” katanya.

Di sisi lain, Bali United datang dengan kondisi yang juga tidak stabil. Da­lam tiga laga terakhir, me­reka mencatat satu keme­nangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ter­anyar, tim asuhan Johnny Jansen tumbang 1-3 dari PSIM Yogyakarta. Situasi ini membuat laga kontra Semen Padang menjadi ajang kebangkitan mereka.

Rekor pertemuan jelas tidak berpihak pada Kabau Sirah. Dari lima pertemuan terakhir, Bali United men­dominasi dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Secara total, Ser­dadu Tridatu begitu superior dengan delapan ke­menangan dari sembilan duel terakhir, mencetak 18 gol dan hanya kebobolan tiga kali.

Bali United kemung­kinan kembali mengandal­kan Mirza Mustafic, gelan­dang serang asal Luksem­burg yang sedang on-fire dengan torehan tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir. Ketajamannya menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Semen Padang yang kerap rapuh di menit-menit krusial.

Baca Juga  Hingga Kemarin, KPU Sumbar belum Punya APD

Meski demikian, para pemain Semen Padang menegaskan tidak gentar. Bek kanan Samuel Chris­tianson Simanjuntak me­nyebut tim sudah melaku­kan evaluasi dari laga me­lawan Persebaya pekan lalu. “Kami sudah tahu apa yang harus diwaspadai dari lawan. Semoga besok bisa meraih tiga poin,” ujarnya.

Samuel, yang baru me­lakukan debut bersama Semen Padang saat mela­wan Persebaya, mengaku bersyukur diberi keperca­yaan tampil sejak menit awal. “Saya bersyukur di­per­caya pelatih. Motivasi saya besok tampil lebih baik lagi, tidak puas diri, dan menjaga kepercayaan itu,” tambahnya.

Pemain berusia 26 ta­hun itu menegaskan, rekor buruk Semen Padang mela­wan Bali United justru mem­buat motivasi tim semakin tinggi. “Itu jadi motivasi tambahan. Kami ingin me­ngalahkan semua tim, ter­masuk Bali United,” tegas­nya penuh percaya diri.

Selain kesiapan tim, faktor dukungan suporter juga menjadi sorotan. Al­meida berharap kehadiran publik Padang bisa mem­beri energi tambahan bagi pemain. “Kalau mereka datang tentu lebih baik. Tapi kalau tidak, tugas kami tetap memberikan yang terbaik di lapangan,” ucap pelatih asal Portugal itu.

Laga ini pun diprediksi berlangsung ketat. Semen Padang bertekad meng­akhiri tren negatif seka­ligus memutus catatan buruk melawan Bali United, sementara Serdadu Tri­datu memburu kemena­ngan tandang demi mem­perbaiki posisi di klasemen. (rom)