PASAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadirkan sejumlah pihak berkepentingan dan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balerong Pusako Anak Nagari, Lubuk Sikaping, Kamis (25/9). Pertemuan yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi TPID dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Mendukung Ketahanan Pangan untuk Pasaman Bangkit” ini dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, BPS, Bulog, serta jajaran OPD terkait dan seluruh anggota TPID.
Bupati Pasaman Welly Suhery, mengaku kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap Indeks Perubahan Harga (IPH) Kabupaten Pasaman yang dalam beberapa minggu terakhir tercatat mengalami kenaikan.
Menyikapi kondisi daerah saat ini, perwakilan Bank Indonesia, Andy Setyo Biwado, menyoroti potensi inflasi di Sumatera Barat yang bisa melampaui target 3,5%, terutama karena fluktuasi harga komoditas pangan seperti cabai merah dan daging ayam ras. “Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Pasaman merumuskan strategi 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif),” sebutnya.
Beberapa inisiatif strategis yang diluncurkan di Pasaman mencakup program “BeLi BAREHKU” (Bela Dan Beli Beras Equator Pasaman) untuk mendukung produk beras lokal, pelaksanaan “Gerakan Pangan Murah” di seluruh kecamatan, serta program bantuan pangan.
Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan kalender tanam padi untuk menjaga stabilitas dan pasokan beras sepanjang tahun, memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
Upaya lain yang dirumuskan adalah revitalisasi unit penggilingan padi kecil, kemitraan dengan Bulog untuk meningkatkan distribusi, dan program “bajak gratis” untuk membantu petani miskin. Sektor pertanian menjadi pilar utama dalam strategi ini, mengingat kontribusinya mencapai 47,61% terhadap PDRB daerah dan menyerap 57% angkatan kerja. Pemerintah berfokus pada pengembangan sentra produksi baru untuk komoditas pemicu inflasi seperti cabai dan bawang di Lubuk Sikaping, Panti, dan Padang Gelugur.
Bupati Welly Suhery menegaskan komitmen Pemkab untuk memaksimalkan hasil pertanian lokal, termasuk melalui program “bajak gratis” yang didukung Bank Indonesia.
“Pemanfaatan hasil pertanian lokal untuk mendukung program seperti makan bergizi gratis, serta hilirisasi pertanian, menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan pasokan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Pertemuan ditutup dengan harapan agar HLM TPID ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif dan menghasilkan aksi nyata untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di Pasaman.(ped/rel)






