METRO PADANG

STKIP PGRI Sumbar, Wisuda 752 Lulusan, 2020 Ditargetkan jadi Universitas

0
×

STKIP PGRI Sumbar, Wisuda 752 Lulusan, 2020 Ditargetkan jadi Universitas

Sebarkan artikel ini

GUNUNG PANGILUN, METRO – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKP) PGRI Sumatera Barat (Sumbar) menggelar acara wisuda sarjana ke-58 di STKIP Convention Center (SCC) Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun Padang, Selasa (23/4). Pada kesempatan itu juga digelar Dies Natalis ke-35 STKIP PGRI Sumbar.
Pada wisuda periode semester genap tahun ajaran 2018/2019 ini, STKIP PGRI Sumbar mewisuda sebanyak 752 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 11 Progam Studi (Prodi). Dengan rincian prodi Pendidikan Biologi 113 wisudawan, Pendidikan Sejarah (46), Pendidikan Geografi (52), Pendidikan Bahasa Inggris (100), Pendidikan Matematika (56), Pendidikan Bimbingan dan Konseling (75), Pendidikan Sosiologi (63), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (142), Pendidikan Ekonomi (113), Pendidikan Informatika (21), Pendidikan Fisika (14).
Pelaksanaan wisuda ke-58 serta Dies Natalis ke-35 STKIP PGRI Sumbar tersebut dihadiri oleh ketua STKIP PGRI Sumbar Zusmelia, Ketua Yayasan STKIP PGRI Dasrizal, Kepala Bagian Sumber daya perguruan tinggi LL Dikti wilayah X Febrina Fitri yang juga sekaligus pemberian dana hibah penelitian sebesar 6,8 M yang di berikan oleh kepala bagian sumber daya perguruan tinggi LL Dikti Wilayah
Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmeliya mengatakan, para lulusan yang diwisuda bisa jadi contoh teladan (role model), agen perubahan atau agen pembangunan di tengah-tengah masyarakat. “Sebagai perguruan tinggi penghasil calon pendidik dan tenaga kependidikan, STKIP PGRI selalu berupaya meningkatkan kualitas lulusan, SDM, kualitas pembelajaran dan hal lainnya yang berhubungan dengan peningkatan mutu perguruan kami ini,” ujar Zusmelia.
Ia menambahkan, langkah konkret yang dilakukan STKIP PGRI meningkatkan mutu pendidikan dan peningkatan SDM di kampus diantaranya STKIP PGRI sudah memiliki dosen tetap 269 orang yang telah berkualifikasi magister. Sebanyak 18 orang diantara para dosen itu sudah berkualifikasi Doktor (S3), serta saat ini 41 orang dosen sedang studi program Doktor.
Selain itu dikatakatan oleh Zusmelia, bahwa STKIP PGRI selalu berusaha menciptakan tenaga pendidik yang profesional serta sesuai dengan tuntutan pasar di dunia kerja. Serta menciptakan tenaga pendidik yang tidak melek IT yang sangat responsif terhadap perkembangan IT tersebut.
“Saat ini STKIP telah menerapkan e-Learning, harus paham ruang guru, kemudian dalam micro teaching semuanya berbasis IT, sehinggu guru yang kita lahirkan adalah guru yang memang untuk anak-anak era milenial,”lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan STKIP PGRI Sumbar, Dasrizal menyebutkan, STKIP makin dipercaya oleh masyarakat serta oleh pemerintah melalui LLDikti wilayah X dengan capaian-capaian yang telah diraih STKIP PGRI Sumbar tersebut.
“Telah sama-sama kita saksikan tadi dana sebesar Rp 6,8 miliar untuk dana hibah penelitian, artinya dari segi SDM khususnya dosen, STKIP sudah layak menjadi universitas. Mudah-mudahan pada 2020 kita bisa berubah status menjadi universitas,” ujar Dasrizal.
Dikatakannya, di era sekarang ini, setiap alumni harus siap berkompetisi di dunia kerja tidak hanya di dunia pendidikan saja, namun juga di dunia kewirausahaan, Dimana para alumni tersebut dapat bekerja sama dalam berwirausaha tidak hanya mencari, namun juga bisa menciptakan lapangan kerja.
“Persaingan tidak diperoleh dari mana kita berasal, namun juga bisa dengan melakukan kerja sama untuk menciptakan suatu yang baru khususnya lapangan pekerjaan. Serta diharapkan kepada alumni untuk tetap menjaga nama baik almamaternya dimanapun mereka berada,” ungkapnya.
Terkait dana hibah penelitian yang diberikan oleh LL Dikti Wilayah X, Kabag Sumber Daya Perguruan Tinggi LL Dikti Wilayah X, Febrina Fitri menyebutkan, STKIP PGRI Sumbar merupakan satu-satunya perguruan tinggi di bawah LL Dikti yang berada di kelas Terutama.
“Suatu prestasi bagi sekolah tinggi yang menurut kami sudah layak dinaikan statusnya menjadi universitas. Bagi sekolah tinggi lainnya, STKIP PGRI ini bisa menjadi rekomendasi bagi sekolah tinggi lainnya untuk menjadi sekolah tinggi yang patut diperhitungkan,” ujar Febrina. (r)

Baca Juga  Kantor SAR Padang Siagakan Personel di Seluruh Pos Selama Nataru