PAYAKUMBUH, METRO–Rasa kepedulian masyarakat Payakumbuh kembali terasa nyata. Selasa sore (23/9), Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bersama seluruh jajarannya menyerahkan donasi sebesar Rp26.775.000 untuk membantu pemulihan kebakaran Pasar Payakumbuh.
Yang membuat bantuan ini terasa istimewa, sumbangan tersebut bukan hanya datang dari guru atau pegawai dinas, tetapi juga hasil urunan para siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA. Uang itu dikumpulkan sekolah-sekolah, lalu dikoordinasikan di Dinas Pendidikan sebelum diserahkan ke posko kebakaran.
Donasi ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, Dasril, dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, di posko kebakaran. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Payakumbuh, Faisal, yang menyaksikan prosesi penyerahan.
Sekda Rida Ananda menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian keluarga besar Dinas Pendidikan. Menurutnya, keterlibatan anak-anak sekolah menunjukkan bahwa nilai empati dan solidaritas tumbuh kuat di Payakumbuh sejak dini.
“Kami sangat terharu, karena sumbangan ini bukan hanya dari jajaran dinas, tetapi juga dari siswa-siswi kita. Ini bukti bahwa kepedulian sosial sudah diajarkan sejak sekolah, dan semoga menjadi teladan bagi masyarakat luas,” ujar Rida.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Payakumbuh, Dasril, menegaskan bahwa langkah ini lahir dari rasa kebersamaan. Ia menyebutkan, siswa dan guru sama-sama ingin berkontribusi meringankan beban pedagang yang terdampak kebakaran.
“Kami ingin anak-anak belajar, bahwa musibah bukan hanya dirasakan korban, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Dari uang saku yang mereka sisihkan, terkumpul sumbangan yang nilainya besar bagi rasa kemanusiaan,” jelas Dasril.
Musibah kebakaran Pasar Payakumbuh meninggalkan luka bagi para pedagang dan keluarga mereka. Namun, kepedulian yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat menjadi penguat semangat pemulihan.
Setelah sebelumnya bantuan datang dari berbagai pihak, kini giliran siswa SD hingga SMA menunjukkan bahwa mereka pun bisa ikut berperan. Dari kepingan rupiah yang terkumpul di sekolah-sekolah, lahirlah satu pesan sederhana: kebersamaan adalah modal terbesar kota ini untuk bangkit. (uus)






