PESSEL, METRO – Puluhan rumah ada di Nagari Binjai Tapan, Kecamatan Tapan, Pessel menjadi langganan banjir. Kali ini banjir luapan sungai Batang Tapan kembali meluap dan membuat kurang lebih 42 rumah tergenang setinggi lutut orang dewasa, Selasa (23/4) pukul 16.00 WIB.
Sekretaris Nagari Binjai Tapan, Almirizon mengatakan, banjir luapan sungai Batang Tapan terjadi berulang kali. Karena kondisi sungai yang butuh normalisasi. “Sampai saat ini masyarakat masih berada di dalam rumah. Karena masyarakat sudah biasa dengan banjir musiman seperti ini,” tegas Almirizon.
Almirizon menjelaskan, banjir luapan sungai Batang Tapan tidak ada korban jiwa, dan kerusakan bangunan rumah. Hal itu sudah dikoordinasikan ke Kecamatan Tapan. Karena banjir musiman berulang kali terjadi maka pihaknya sampai saat ini tidak melaporkan hal tersebut ke BPBD Pessel.
Untuk aktivitas warga sampai saat ini tetap seperti biasa. Karena akses jalan utama tidak terganggu. Masyarakat pun masih melaksanakan kegiatan biasa.
“Biasanya malam nanti air sudah surut. Karena banjir tidak lama merendam,” kata Seknag.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pessel Doni Guzrizal ketika dikonfirmasi mengatakan, pada tahun 2019 pengerjaan normalisasi sungai Batang Tapan memang telah dianggarkan kurang lebih Rp700 juta, dari dana Tanggap Darurat BPBD Pessel dan Dana Tanggap Darurat BPBD Sumbar. Saat ini pengerjaan bronjong telah datang dan segera dipercepat pengerjaannya. (rio)





