BERITA UTAMA

Dukungan kepada Mardiono Menguat Jelang Muktamar

0
×

Dukungan kepada Mardiono Menguat Jelang Muktamar

Sebarkan artikel ini
Mardiono
DAPAT DUKUNGAN— Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono yang mendapatkan dukungan dari pengurus DPW dan DPC PPP dari 33 provinsi.

JAKARTA, METRO–Peta dukungan menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin mengerucut. Lebih dari 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jawa Tengah secara terbuka menyatakan dukungan kepada Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.

Deklarasi dukungan ter­sebut digelar dalam sebuah pertemuan di Kota Sema­rang pada Minggu malam (21/9). Hadir dalam kesem­patan itu para ketua dan sekretaris DPC se-Jawa Te­ngah bersama Sekretaris DPW PPP Jateng, Suyono, yang sekaligus menjadi inisiator konsolidasi.

“Jateng damai, kita se­pakat tidak mengadakan Muskerwil karena terus terang ketua dan sekre­taris DPW berbeda panda­ngan politik. Saya rasa itu sangat wajar punya panda­ngan politik dan jalan ma­sing-masing, tinggal cara kerjanya yang baik dan tidak saling menjatuhkan,” kata Suyono.

Suyono yang juga men­jabat Wakil Bupati Batang itu menegaskan, pilihan lebih dari 20 DPC jatuh kepada Mardiono karena dianggap sebagai kader internal yang tulus ber­juang membangkitkan PPP di masa-masa sulit. Me­nurutnya, Mardiono me­­miliki rekam jejak yang lengkap, mulai dari DPC, DPW, hingga DPP.

“Kami memilih Pak Mar­­­diono karena beliau kader internal yang ting­kat ketulusannya tinggi. Ka­rena PPP saat ini kecil, pasti akan menghabiskan biaya tinggi untuk mera­watnya dan saya melihat ketulu­san itu dari seorang kader (Mardiono),” te­gasnya.

Baca Juga  Pemkab Solsel Salurkan 9 Ekor Sapi untuk Kurban

Suyono menyebut, diri­nya bersama DPC se-Ja­teng enggan berspekulasi dengan memilih calon ke­tua umum dari eksternal partai. Ia menekankan, marwah PPP harus dijaga dengan memilih pemimpin yang benar-benar kader internal, bukan sosok yang tiba-tiba muncul dari partai lain.

“Kalau menjadi ketum harus merangkak dulu men­jadi kader dan pengurus. Kalau belum menjadi kader tiba-tiba menjadi ketum, maka saya sebagai seo­rang kader kurang sepakat. Saya rasa di partai mana pun juga sama,” ung­kapnya.

Menurutnya, seorang calon ketua umum PPP ha­rus memahami dan meng­hayati enam prinsip per­juangan PPP.

“Kalau ditanya enam prinsip perjuangan PPP afal atau tidak? Kan harus diuji dulu apakah benar-benar tulus atau ada kepentingan yang ingin dicapai. PPP adalah partai perjuangan dengan kejujuran, sebab kita membangun partai juga harus dengan ketu­lusan,” tegas Suyono.

Baca Juga  Padang Raih Opini WTP ke-9, Wako Hendri Septa: Alhamdulillah

Sementara, Mardiono menyatakan kesiapannya melanjutkan perjuangan jika memang masih dibu­tuh­kan partai. Pernyataan itu disampaikan Mardiono setelah menerima duku­ngan pengurus DPW dan DPC PPP dari 33 provinsi, jelang pelaksanaan Muk­tamar X PPP di Jakarta, Kamis (18/9).

“Alhamdulillah, ketika rekan-rekan wilayah yang mayoritas di seluruh Indonesia itu meminta kembali saya, maka insya Allah, bismillah, sebagaimana yang beberapa waktu saya sampaikan, sebagai seo­rang kader kalau masih dibutuhkan untuk melan­jutkan perjuangan, ya saya bismillah,” ujar Mardiono merespons masifnya duku­ngan maju caketum PPP.

Ia menegaskan, setiap amanah yang diberikan partai akan dijalankan de­ngan sepenuh hati.

“Jadi saya akan jalan­kan tugas-tugas itu secara tulus sebagaimana ama­nah konstitusi yang dia­manatkan kepada saya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Muk­tamar X PPP dijadwalkan berlangsung pada 27–29 September 2025. Pemilihan Ketua Umum akan dila­kukan oleh muktamirin yang terdiri dari DPC, DPW, serta fraksi PPP di daerah. Dalam AD/ART PPP juga menegaskan bahwa calon ketua umum harus berasal dari kader internal, bukan dari eksternal partai. (jpg)