SOLOK, METRO–Data kesehatan yang akurat menjadi fondasi penting dalam merancang program kesehatan yang tepat sasaran. Di sini pentingnya pendataan yang akurat dan dapat dipertanggungkawabkan.
Melalui pertemuan validasi data sasaran dan cakupan penemuan kasus Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Solok, warga Kota Solok benar benar mendapatkan manfaat dari program tersebut.
Peserta pertemuan berasal dari berbagai unsur kesehatan, mulai dari kepala puskesmas, pengelola program imunisasi, HIV, TB, surveilans, kesehatan lingkungan, farmasi, laboratorium kesehatan daerah (LABKESDA), hingga pemegang program PTM di rumah sakit dan klinik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti, menegaskan pentingnya validasi data untuk meningkatkan keandalan perencanaan dan pengambilan keputusan.
“Data yang valid membantu mengoptimalkan alokasi sumber daya, meningkatkan efisiensi program, serta memastikan data dapat dipercaya pemangku kepentingan. Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan swasta,” ujarnya.
Dikatakan, dalam pertemuan tersebut hadir pula narasumber dari UNDP Sumatera Barat, Idris Syahfitrah, yang membawakan materi tentang aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Logistik Imunisasi berbasis Elektronik). Aplikasi digital dari Kementerian Kesehatan RI ini memungkinkan pemantauan logistik kesehatan secara real-time, terutama vaksin, mulai dari penyimpanan hingga distribusi.
“Dengan SMILE, pelaporan dan pemantauan distribusi vaksin menjadi jauh lebih cepat, praktis, dan transparan. Petugas juga bisa memantau suhu vaksin dari jarak jauh, sehingga kualitasnya tetap terjaga,” jelas Idris.
Melalui validasi data dan pemanfaatan teknologi digital seperti SMILE, Dinas Kesehatan Kota Solok berharap program kesehatan ke depan semakin efektif, efisien, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. (vko)






