AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Agam Ikut Panen Sawah Pokok Murah di Padang Lua, Produktivitas Naik Signifikan

0
×

Bupati Agam Ikut Panen Sawah Pokok Murah di Padang Lua, Produktivitas Naik Signifikan

Sebarkan artikel ini
PANEN— Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah hadiri panen Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Minggu (21/9).

AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah, menghadiri panen perdana program Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Minggu (21/9). Kehadiran Bupati sekaligus memberi semangat bagi para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sejahtera.

Panen berlangsung di lahan SPM seluas 0,2 hektare di Sawah Taganang, Jorong Padang Lua I. Dengan penuh antusias, Bupati Agam ikut turun ke sawah dan memotong padi bersama para petani.

Dari hasil panen tersebut, terlihat peningkatan produktivitas yang cukup signifikan. Program SPM mampu menghasilkan 6,88 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan sistem tanam konvensional yang rata-rata hanya 5,90 ton per hektare.

Baca Juga  Membanggakan, Putra Agam Jabat Pangkostrad TNI AD

Selain itu, data teknis menunjukkan kualitas tanaman padi juga lebih baik. Rata-rata terdapat 64 rumpun per petak, dengan 31–35 anakan produktif (malai) per rumpun, serta sekitar 211 bulir per malai. Angka ini menegaskan bahwa metode SPM mampu menghasilkan padi lebih bernas dan produktif.

Bupati Agam menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi di bidang pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan petani. “Kita ingin para petani semakin percaya diri menerapkan pola tanam yang lebih produktif, agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Bayarkan Iuran Komite dan Honor Guru Tidak Tetap, Pemko Bukittinggi Alokasikan Rp12 Miliar

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya peningkatan produktivitas pangan dengan mendorong inovasi serta memberikan pembinaan berkelanjutan kepada kelompok tani.

Kehadiran Bupati dalam panen raya ini disambut hangat oleh petani dan masyarakat sekitar. Momentum tersebut menjadi dorongan moral agar para petani semakin giat mengembangkan pola tanam modern yang terbukti lebih efisien dan menguntungkan. (pry)