BERITA UTAMA

UNP Wisuda 3.673 Lulusan, Jembatani Tamatan dengan Dunia Kerja, Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

0
×

UNP Wisuda 3.673 Lulusan, Jembatani Tamatan dengan Dunia Kerja, Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

Sebarkan artikel ini
WISUDA— Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D melantik 1.230 lulusan pada wisuda hari kedua Minggu (21/9) dari total wisuda 3.673 lulusan pada Wisuda Periode ke-140 UNP di Auditorium UNP

PADANG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) mewisuda sebanyak 3.673 lulusannya selama tiga hari ber­turut-turut, Sabtu hingga Senin (20-22/9), di Auditorium UNP.

Pada hari pertama wisuda pe­riode ke-140, Sabtu (20/9), UNP me­wisuda sebanyak 1.232 lulusan. Hari kedua, Minggu (21/9) diwisuda sebanyak 1.230 lulusan. Hari ketiga, Senin (22/9) diwisuda sebanyak 1.211 lulusan.

Pada wisuda hari ke­dua, Rektor UNP, Krismadi­nata, Ph.D menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh Guru Besar, Dosen dan Tenaga Kependidikan atas pengab­dian, profesionalisme, lo­yalitas, perhatian dan kerja keras mendidik, mengajar serta membimbing maha­sis­wa, sehingga dapat di­wisuda hari ini.

“UNP juga menyam­paikan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua, dan keluarga wisudawan/wisudawati. Dengan duku­ngan mereka yang tulus, hari ini kita dapat melihat wajah-wajah berbahagia yang memberikan harapan baru menyongsong masa depan,” ucapnya.

Krismadinata tidak me­mungkiri, saat ini hidup di era penuh perubahan ce­pat. Dunia saat ini ditandai berbagai disrupsi. Mulai dari disrupsi teknologi de­ngan kemajuan Artificial Intelligence (AI), big data, dan otomasi yang mengu­bah cara bekerja.

Juga ada disrupsi sosial dengan perubahan nilai-nilai generasi, munculnya budaya digital dan tanta­ngan mental health, dis­rupsi ekonomi akibat glo­balisasi, ketidakpastian geopolitik, dan krisis ener­gi. Serta disrupsi lingku­ngan dengan ancaman pe­rubahan iklim seperti ban­jir, longsor, hingga krisis pangan.

Indonesia juga meng­hadapi tantangan demo­grafi. “Pada 2030, kita me­ma­suki bonus demo­grafi, di mana 64 persen penduduk kita usia pro­duktif. Per­tanyaannya: apa­kah kita siap mengubah bonus itu menjadi berkah de­mografi, ataukah kita biar­kan men­jadi bencana de­mografi?” tanyanya.

“Dunia kerja yang akan dimasuki berbeda dengan dunia yang kami alami saat kuliah dulu. Menurut World Economic Forum (2023), keterampilan yang paling dibutuhkan lima tahun ke de­pan adalah, analytical thin­king and innovation, complex problem solving, creativity and originality, leadership and social influence dan technology use and development,” ungkapnya.

Namun, keterampilan saja tidak cukup. “Pen­didikan yang kalian peroleh di UNP bukan hanya bekal ijazah, tetapi cara berpikir, cara bekerja, dan cara hidup,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, UPT Pengembangan Ka­rier dan Kewirausahaan (PKK) UNP sukses menye­lenggarakan rangkaian Cam­pus Hiring 2025 dalam dua bentuk. Yakni, campus hiring pada pembekalan wisuda melibatkan lebih dari 10 perusahaan seka­ligus, serta campus hiring partial yang dilakukan ber­sama perusahaan tertentu melalui seleksi adminis­trasi, walk in interview, hingga psikotes.

Sepanjang tahun 2025, UPT PKK telah menggelar campus hiring wisuda bu­lan Juni dan September dengan menghadirkan 22 perusahaan, serta tiga kali campus hiring partial ber­sama mitra, di antaranya Paragon dan PKSS.

Dari kegiatan ini, ter­catat 46 alumni berhasil lolos hingga tahap akhir di sektor perbankan dan BUMN, tujuh orang diteri­ma sebagai protokoler pimpi­nan, serta empat orang lain­nya ditempatkan di industri kosmetik dan alat berat.

Capaian ini menjadi buk­ti komitmen UNP mela­lui UPT PKK dalam men­jembatani lulusan dengan dunia kerja sekaligus mem­perkuat sinergi antara kampus dan industri.

Krismadinata juga me­ne­kankan hal paling pen­ting, yakni karakter. Pene­litian Harvard University dan Stanford Research Institute menunjukkan, 85 persen kesuksesan karier ditentukan soft skills dan karakter, sementara ha­nya 15 persen ditentukan ke­mampuan teknis. Di an­tara soft skills itu, inte­gritas, kejujuran, dan disip­lin me­nempati peringkat teratas.

Sejarah bangsa mem­buk­tikan, korupsi, intole­ransi, dan ketidakadilan muncul bukan karena ku­rangnya kecerdasan, teta­pi karena lemahnya karak­ter. Bangsa ini dibangun dari karakter-karakter yang kuat dari pendiri bangsa ini.

“Karakter adalah fon­dasi. Tanpa integritas, se­he­bat apa pun ilmu yang kita miliki, semua bisa run­tuh. UNP berdiri di tanah Minangkabau, tanah de­ngan filosofi luhur “Alam Takambang jadi Guru” — alam yang terbentang luas menjadi sumber hikmah. “Di ma Bumi Dipijak, di Sinan Langik Dijunjuang” — di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, tanda kita berkarakter adaptif sekaligus berintegritas. Inilah identitas lulusan UNP, cerdas, terampil, ber­karakter, dan berbudaya,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Krismadinata berpesan kepada wisudwan/wisuda­wati. Pertama, jadilah problem solver di tengah ma­sya­rakat. Ke­dua, jadilah pemimpin ber­karakter, yang memimpin dengan hati, bukan se­kadar dengan jabatan. Ke­tiga, pembelajar sepan­jang hayat dengan future mindset, karena ilmu ber­kembang begitu cepat. Ke­­empat, jadilah Duta UNP, yang membawa na­ma baik almamater ke mana pun melangkah.

Hadir pada wisuda ke-140 UNP tersebut, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP, M.M, Direktur Kelembaan Direktorat Jenderal Pen­didikan Tinggi Kemen­te­rian Pendidikan Tinggi  Sains dan Teknologi RI, Ketua, Sekretaris dan Ang­gota Majelis Wali Amanat UNP, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik UNP. Senior Eksekutif UNP, Wakil Rektor, Sekretaris UNP, Dekan, Direktur Se­kolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi se-Ling­kungan UNP.

Termasuk juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kepala Departemen, Koor­dinator Program Studi, Do­sen dan Tenaga Kependi­dikan se-lingkungan UNP, Ketua Ikatan Alumni UNP, Ketua Dharmawanita Per­sa­tuan UNP. Juga hadir Forkompimda Sumbar atau yang mewakili. Pim­pinan Bank Nagari, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, dan  BSI, serta mitra UNP lainnya.(fan/adv)