PADANG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) mewisuda sebanyak 3.673 lulusannya selama tiga hari berturut-turut, Sabtu hingga Senin (20-22/9), di Auditorium UNP.
Pada hari pertama wisuda periode ke-140, Sabtu (20/9), UNP mewisuda sebanyak 1.232 lulusan. Hari kedua, Minggu (21/9) diwisuda sebanyak 1.230 lulusan. Hari ketiga, Senin (22/9) diwisuda sebanyak 1.211 lulusan.
Pada wisuda hari kedua, Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh Guru Besar, Dosen dan Tenaga Kependidikan atas pengabdian, profesionalisme, loyalitas, perhatian dan kerja keras mendidik, mengajar serta membimbing mahasiswa, sehingga dapat diwisuda hari ini.
“UNP juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua, dan keluarga wisudawan/wisudawati. Dengan dukungan mereka yang tulus, hari ini kita dapat melihat wajah-wajah berbahagia yang memberikan harapan baru menyongsong masa depan,” ucapnya.
Krismadinata tidak memungkiri, saat ini hidup di era penuh perubahan cepat. Dunia saat ini ditandai berbagai disrupsi. Mulai dari disrupsi teknologi dengan kemajuan Artificial Intelligence (AI), big data, dan otomasi yang mengubah cara bekerja.
Juga ada disrupsi sosial dengan perubahan nilai-nilai generasi, munculnya budaya digital dan tantangan mental health, disrupsi ekonomi akibat globalisasi, ketidakpastian geopolitik, dan krisis energi. Serta disrupsi lingkungan dengan ancaman perubahan iklim seperti banjir, longsor, hingga krisis pangan.
Indonesia juga menghadapi tantangan demografi. “Pada 2030, kita memasuki bonus demografi, di mana 64 persen penduduk kita usia produktif. Pertanyaannya: apakah kita siap mengubah bonus itu menjadi berkah demografi, ataukah kita biarkan menjadi bencana demografi?” tanyanya.
“Dunia kerja yang akan dimasuki berbeda dengan dunia yang kami alami saat kuliah dulu. Menurut World Economic Forum (2023), keterampilan yang paling dibutuhkan lima tahun ke depan adalah, analytical thinking and innovation, complex problem solving, creativity and originality, leadership and social influence dan technology use and development,” ungkapnya.
Namun, keterampilan saja tidak cukup. “Pendidikan yang kalian peroleh di UNP bukan hanya bekal ijazah, tetapi cara berpikir, cara bekerja, dan cara hidup,” tegasnya.
Terkait hal tersebut, UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (PKK) UNP sukses menyelenggarakan rangkaian Campus Hiring 2025 dalam dua bentuk. Yakni, campus hiring pada pembekalan wisuda melibatkan lebih dari 10 perusahaan sekaligus, serta campus hiring partial yang dilakukan bersama perusahaan tertentu melalui seleksi administrasi, walk in interview, hingga psikotes.
Sepanjang tahun 2025, UPT PKK telah menggelar campus hiring wisuda bulan Juni dan September dengan menghadirkan 22 perusahaan, serta tiga kali campus hiring partial bersama mitra, di antaranya Paragon dan PKSS.
Dari kegiatan ini, tercatat 46 alumni berhasil lolos hingga tahap akhir di sektor perbankan dan BUMN, tujuh orang diterima sebagai protokoler pimpinan, serta empat orang lainnya ditempatkan di industri kosmetik dan alat berat.
Capaian ini menjadi bukti komitmen UNP melalui UPT PKK dalam menjembatani lulusan dengan dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan industri.
Krismadinata juga menekankan hal paling penting, yakni karakter. Penelitian Harvard University dan Stanford Research Institute menunjukkan, 85 persen kesuksesan karier ditentukan soft skills dan karakter, sementara hanya 15 persen ditentukan kemampuan teknis. Di antara soft skills itu, integritas, kejujuran, dan disiplin menempati peringkat teratas.
Sejarah bangsa membuktikan, korupsi, intoleransi, dan ketidakadilan muncul bukan karena kurangnya kecerdasan, tetapi karena lemahnya karakter. Bangsa ini dibangun dari karakter-karakter yang kuat dari pendiri bangsa ini.
“Karakter adalah fondasi. Tanpa integritas, sehebat apa pun ilmu yang kita miliki, semua bisa runtuh. UNP berdiri di tanah Minangkabau, tanah dengan filosofi luhur “Alam Takambang jadi Guru” — alam yang terbentang luas menjadi sumber hikmah. “Di ma Bumi Dipijak, di Sinan Langik Dijunjuang” — di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, tanda kita berkarakter adaptif sekaligus berintegritas. Inilah identitas lulusan UNP, cerdas, terampil, berkarakter, dan berbudaya,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Krismadinata berpesan kepada wisudwan/wisudawati. Pertama, jadilah problem solver di tengah masyarakat. Kedua, jadilah pemimpin berkarakter, yang memimpin dengan hati, bukan sekadar dengan jabatan. Ketiga, pembelajar sepanjang hayat dengan future mindset, karena ilmu berkembang begitu cepat. Keempat, jadilah Duta UNP, yang membawa nama baik almamater ke mana pun melangkah.
Hadir pada wisuda ke-140 UNP tersebut, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP, M.M, Direktur Kelembaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Ketua, Sekretaris dan Anggota Majelis Wali Amanat UNP, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik UNP. Senior Eksekutif UNP, Wakil Rektor, Sekretaris UNP, Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi se-Lingkungan UNP.
Termasuk juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Dosen dan Tenaga Kependidikan se-lingkungan UNP, Ketua Ikatan Alumni UNP, Ketua Dharmawanita Persatuan UNP. Juga hadir Forkompimda Sumbar atau yang mewakili. Pimpinan Bank Nagari, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, dan BSI, serta mitra UNP lainnya.(fan/adv)






