Pakning – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan di berbagai wilayah strategis Indonesia. Salah satu upaya terbaru diwujudkan melalui pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Pakning dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV KID–Pakning yang tengah berlangsung di Provinsi Riau.
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, Executive Vice President (EVP) Konstruksi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Defiar Anis, meninjau langsung progres konstruksi pada Selasa (16/9). Kunjungan ini menjadi momentum penting karena proyek transmisi tersebut memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi sistem kelistrikan Riau, tetapi juga untuk menopang pertumbuhan ekonomi kawasan industri strategis di Dumai dan Bengkalis.
Pembangunan jaringan transmisi 150 kV KID–Pakning merupakan bagian dari program strategis PLN untuk memperkuat interkoneksi kelistrikan Sumatera. Infrastruktur ini akan menghubungkan pusat-pusat beban dengan sistem jaringan yang lebih luas, sehingga keandalan pasokan listrik dapat lebih terjamin.
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan harus dilaksanakan terukur, profesional, dan konsisten menjaga aspek keselamatan kerja. Jaringan transmisi 150 kV Pakning–Dumai akan menjadi tulang punggung dalam mendukung keandalan pasokan listrik, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga sektor industri yang beroperasi di wilayah Dumai dan sekitarnya,” ujar Defiar.
Ia menekankan bahwa listrik yang andal bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga faktor penentu daya saing daerah. “Kecepatan penyelesaian memang penting, tetapi kualitas dan keselamatan kerja tetap harus menjadi prioritas. Dengan begitu, hasil pembangunan ini benar-benar membawa manfaat optimal bagi masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng), Hendro Prasetyawan, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyebutkan bahwa dukungan penuh manajemen pusat menambah semangat kerja tim proyek di lapangan.
“Proyek transmisi KID–Pakning sangat vital. Selain memperkuat keandalan pasokan listrik, proyek ini akan meningkatkan daya tarik investasi di Riau. Listrik yang andal akan menciptakan iklim usaha kondusif dan mendukung sektor-sektor strategis, mulai dari migas, perkebunan, hingga pengolahan hasil bumi,” jelas Hendro.
Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sumbagteng 1, Edy Roy Antonius, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Ia tak menampik adanya tantangan di lapangan, mulai dari kondisi cuaca hingga akses lokasi.
“Meski menghadapi kendala, kerja sama tim yang solid dan dukungan dari berbagai pihak membuat kami tetap optimistis proyek dapat selesai tepat waktu. Keselamatan dan kualitas tetap kami jadikan prioritas utama,” paparnya.















