PADANGPARIAMAN, METRO–Nasib tragis dialami seorang nenek berinisial RD (64) di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padanpariaman. Wanita yang sudah berusia senja itu, terbaring di rumah sakit dengan kondisi kritis gegara mengalami tindakan peng aniayaan.
Mirisnya, orang yang menganiaya korban sampai luka parah seperti itu, adalah anak dari terduga pelaku yang mencabuli cucunya. Korban RD pun kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.
Keluarga korban yang tak terima atas kejadian itu, sudah melaporkan kasus penganiayaan berat yang menimpa korban dan aksi pencabulan yang dialami cucu korban ke Polres Pariaman.
Anak korban penganiayaan, Salmiati Ayu Reza mengatakan, penganiayaan itu bermula dari laporan cucu korban, HM berusia 12 tahun yang saat ini kelas 6 SD. Kepada sang nenek, ponakannya itu mengku telah dicabuli oleh terduga pelaku berinisial FA.
“Ibu saya dianiaya oleh anak dari terduga pelaku yang sudah mencabuli ponakan saya. Memang, sempat terjadi cekcok dengan pelaku penganiayaan, pada saat ibu saya hendak mempertanyakan kebenaran laporan dari pondakan saya,” kata Salmiati Ayu Reza, Jumat (19/9).
Salmiati Ayu Reza mengaku dirinya mendapat kabar ibunya dianiaya dan ponakannya dicabuli, ketika ia sedang berada di Medan. Setelah itu, ia langsung pulang dan melaporkan ayah dan anak tersebut ke Polres Pariaman.
“Pengakuan HM, terduga pelaku cabul FA sempat meraba tubuhnya di dalam kamar. Saat FA coba membentangkan tikar, ponakan saya HM berhasil melarikan diri ke rumah tetangga dan mendapatkan perlindungan. HM kemudian diantar pulang oleh tetangga,” ujarnya.
Ditambahkan Salmiati Ayu Reza, karena mengalami rasa takut dan trauma, HM kemudian melaporkan perbuatan FA tersebut kepada sang nenek. Sontak saja, sang nenek dibuat marah dan langsung mendatangi rumah pelaku FA untuk mempertanyakannya.
“FA ini mengelak. Bahkan, FA menuduh bahwa HM sudah melakukan pencurian di rumahnya. Ibu saya tentu tidak terima dan mati-matian membela HM yang sudah menjadi korban pencabulan FA,” tegas Salmiati Ayu Reza.
Salmiati Ayu Reza mengatakan, anak terduga pelaku pencabulan juga berusaha membela ayahnya. Sehingga terjadilah cekcok yang berakhir pemukulan dan penendangan yang dilakukan anak FA hingga membuat RD terkapar tak berdaya.
“Aksi penganiayaan itu, akhirnya menbuat ibu saya mengalami kritis dan harus menjalani perawatan hingga saat ini. Kami menuntut keadilan. Saya berharap Polisi segera menangkap pelaku yang sudah menganiaya ibu saya dan pelaku yang mencabuli ponakan saya,” tutur dia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani membenarkan pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan dan pencabulan telah diterima. Ia pun memastikan akan memproses laporan itu untuk memberikan keadilan kepada korban.
“Kami sedang melakukan penyelidikan yang mendalam. Kami komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas. Untuk perkembangan penanganan kasus ini, akan kami ungkap ke publik dalam waktu dekat,” tegas dia.
Iptu Rio menuturkan, selain kasus penganiayaan, saat ini pihaknya juga sedang memproses kasus pencabulan yang menimpa cucu RD. Laporan tersebut juga sudah di proses oleh Satreskrim Polres Pariaman.
“Kami masih fokus pada kondisi korban penganiayaan. Untuk kasus pencabulan kita akan proses juga. Kita akan mintai keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti,” ujarnya.
Ketua Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA), Azwar Anas yang mendampingi keluarga korban mengatakan, peristiwa itu bermula ketika RD berusaha melindungi cucunya yang diduga menjadi korban tindakan asusila.
“Pembelaan itu berujung fatal. RD justru dianiaya hingga tak sadarkan diri di Jalan Baru Korong Sungai Sirah, tepat di depan Mushala Baitul Hikmah,” jelasnya.
Ia mengatakan, kondisi RD saat ini sangat mengkhawatirkan. Korban muntah dan matanya berdarah, bahkan harus dipasang selang di leher untuk bernapas.
“Pascakejadian, Tante korban tindakan asusila, SA (40), melaporkan dugaan penganiayaan berat ini ke Polres Pariaman pada 14 September 2025. Terlapor dalam kasus ini diketahui berinisial FA,” tutup dia. (ozi)





