METRO SUMBAR

Bertemu Menteri KP, Hendri Arnis Sampaikan Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan

0
×

Bertemu Menteri KP, Hendri Arnis Sampaikan Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan

Sebarkan artikel ini
wajo padangpanjang serahkan proposal oke
SERAHKAN PROPOSAL—Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade, serahkan proposal Program Pengembangan Perikanan Budidaya Berkelanjutan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dalam pertemuan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (18/9).

PDG. PANJANG, METRO–Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis me­nyampaikan proposal Program Pengembangan Perikanan Budidaya Berkelanjutan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dalam pertemuan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (18/9).

Pertemuan ini difasilitasi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade, dan turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari Sumbar, seperti Wali Kota Pa­riaman, Bupati Dharmasraya, dan Wali Kota Solok.

Dalam paparannya, Hendri Arnis mengusulkan beberapa program strategis untuk memperkuat sek­tor perikanan Padang Panjang yang memiliki keterbatasan lahan.

Di antaranya Kampung Ikan (Karamba) sebagai pusat edukasi dan wisata perikanan, Sekolah Budidaya Ikan untuk mencetak generasi muda terampil, digitalisasi pemasaran pro­duk perikanan, serta budidaya bioflok komunal yang ramah lingkungan dan efisien.

Baca Juga  Bank Sampah Kampung KB Bangau Putih Diresmikan

“Padang Panjang ha­nya memiliki luas wilayah 23 km². Dengan keterbatasan ini, kami perlu strategi khusus agar target produksi perikanan budidaya 735 ton pada 2025 dapat tercapai. Usulan ini merupakan komitmen nyata menghadirkan solusi berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Hendri menambahkan, potensi ikan air tawar se­perti lele, nila, dan mas cukup besar di Padang Panjang, meski masih terkendala keterbatasan lahan, fluktuasi harga pakan, dan minimnya pemanfaatan teknologi modern.

Melalui proposal ini, Pemko berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Pusat untuk memperkuat kapasitas petani ikan lokal, termasuk dengan konsep integrasi Yumina (sayur-mina) dan Bumina (buah-mina).

Baca Juga  Limapuluh Kota Butuh 2.917 ASN Baru

Menteri Sakti Wahyu menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, inovasi yang ditawarkan Padang Panjang sejalan dengan arah kebijakan nasional di sektor perikanan.

“Kita mendorong daerah untuk berinovasi. Usulan Padang Panjang ini menarik, terutama soal bioflok komunal dan sekolah budidaya ikan. Kementerian akan mengkaji lebih lanjut dan melihat peluang fasilitasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Andre Rosiade menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan ini. “Sebagai wakil rakyat Sumatera Barat, saya tentu mendukung penuh. Program ini akan berdampak langsung pada masyarakat, membuka lapangan kerja, serta me­ningkatkan ketahanan pa­ngan,” tegasnya. (rmd)