PAYAKUMBUH, METRO –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Payakumbuh kembali menggelar razia penertiban pelajar yang bolos sekolah. Dari operasi tersebut, tujuh orang siswa-siswi dari dua sekolah terjaring saat nongkrong di sebuah kedai kopi dekat sekolah.
Razia ini dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan banyaknya pelajar berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran. Petugas menyisir sejumlah titik rawan, termasuk kedai-kedai yang kerap dijadikan tempat nongkrong.
Saat didatangi, para pelajar yang asyik duduk di kedai itu tidak sempat melarikan diri. Mereka langsung diamankan oleh petugas. Bahkan, untuk memberikan efek jera, siswa-siswi tersebut diminta berjalan jongkok sebelum kemudian dibawa ke Sekolah mereka masing-masing.
Plt. Kasat Pol-PP dan Damkar Kabupaten Limapuluh Kota, Dewi “Centong” Novita, yang memimpin Razia menyebutkan, razia ini bertujuan mendidik para pelajar agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.
“Kita lakukan Razia menidaklanjuti laporan masyarakat yang menyebut kerapnya siswa bolos. Dari hasil razia, setelah dilakukan pembinaan, seluruh pelajar yang terjaring kita serahkan kembali ke pihak sekolah. Untuk sanksi lebih lanjut, sepenuhnya kita serahkan kepada sekolah masing-masing,” ujar, Dewi didampingi Kasiops, Bobby Andhika, Kamis (18/9).
Selain menyerahkan kepada pihak sekolah, Satpol-PP juga mengingatkan para siswa yang terjaring agar menaati aturan sekolah, menghormati guru, serta tidak lagi bolos pada jam pelajaran.
Dewi menambahkan, ke depan razia tidak hanya menyasar kedai atau tempat nongkrong di sekitar sekolah, tetapi juga lokasi lain yang rawan dijadikan tempat bolos, seperti rumah biliar. Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut melaporkan keberadaan pelajar yang bolos. “Kerja sama ini penting agar kita bisa sama-sama mengawasi generasi muda supaya lebih disiplin dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” harap Dewi. (uus)






