METRO PESISIR

Wabup: Israk Mikraj Peristiwa Bersejarah Umat Islam

0
×

Wabup: Israk Mikraj Peristiwa Bersejarah Umat Islam

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, METRO – Wakil Bupati (Wabup) Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, memperingati Isra Miraj Nabi besar Muhammad SAW di Pesantren Darul Ikhlas Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung.
“”srak Mikraj merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam umat Islam. Peristiwa Israk Mikraj menjadi perjalanan agung nabi besar Muhammad SAW menuju langit ke 7,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.
Katanya, Israk Mikraj merupakan perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam waktu satu malam saja. Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa dalam Isra.
Lalu dalam Mikraj, Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sinilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.
Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu.
Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra. Isra Miraj dirayakan pada hari ke-27 pada bulan Rajab, bulan ke-7 dalam kalender Islam.
“Namun dalam menyambut Isra Miraj, kamu bisa mengambil hikmah dari kisah berikut ini. Nabi Muhammad SAW dipertemukan dengan Nabi Ibrahim AS pada malam Isra Miraj. Ada suatu amalan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS pada Nabi Muhammad SAW.
Dikatakan, peringatan Isra Mi’raj ini tentunya harus menjadi momentum sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT yang senantiasa menganugerahkan berbagai nikmat, serta menjadikan sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai teladan.
“Peringatan Israk Mikraj ini sebagai media atau pedoman pencerahan bagi sikap dan tindakan kita, sehingga dari waktu ke waktu, dari hari ke hari amaliah kita akan terus mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” tandasnya. (efa)