MENTAWAI, METRO00Kasus kematian secara mendadak puluhan ekor sapi milik warga atau para peternak terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam beberapa waktu terakhir. Dari gejala yang ada, diduga penyebab kematian hewan ternak itu karena tengah merebak wabah penyakit belum tau penyebabnya.
Sementara sapi peliharan masyarakat di Sipora Utara 12 ekor mati mendadak, sebelum kematian hewan ternak sapi masyarakat di Desa Sipora Jaya, Kecamata, Sipora Utara, bermula adanya sapi bantuan dari anggota dewan ( Pokir ) ada beberapa kelompok mendapatkan bantuan sapi.
Setelah beberapa hari di tangan masyarakat memelihara hewan ternak sapi bantuan anggota dewan ( pokir) mati mendadak.
Tercatat puluhan sapi milik warga di beberapa desa dilaporkan mati mendadak dan di laporkan ke pemerintah desa masing masing oleh pemiliknya.
Sementara Kepala Desa Sipora Jaya, Lutfianto, sudah menyampaikan perihal terkait kasus kematian sapi milik warga yang diduga kuat terjadi setelah kedatangan sapi bantuan melalui program pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD, ke Dinas Petanian dan Peternakan Senin (15/9) sekitar pukul 10.11 WIB, lalu.
Saat awak media kompermasikan ke Kabid Dinas Pertanian dan Peternakan, Candra Sipayung mengatakan persoalan ternak hewan sapi bantuan anggota dewan (pokir) sudah melalui prosudur salah satunya seperti di karangtinakan.
“Sebelum hewan sapi di berangkatkan ke mentawai kami karangtinakan selama satu minggu di Padang,” kata Candra Sipayung.
Dikatyakan Candra Sipayung, adanya hewan sapi yang mati mendadak dilaporkan oleh masyarakat yang mendapat bantuan pokir anggota DPRD Mentawai Dapil 1 Sipora Utara mendapat dua kelompok dan dapil 2 Sikakap mendapatkan dua kelompok.
“Kami dari dinas Pertanian dan Peternakan Kepulauan Mentawai langsung ke lokasi untuk memberikan vaksinasi untuk mencegah kematian semakin meluas,” jelasnya.
Kasus ini menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat. Pasalnya, sapi yang mati merupakan ternak warga yang sebelumnya sehat, namun tiba-tiba jatuh sakit setelah adanya kedatangan sapi Pokir.
“Program Pokir seharusnya membawa manfaat, bukan masalah. Warga kami resah karena sapi mereka mati justru setelah sapi Pokir masuk. Kami mendesak agar pemerintah daerah turun tangan menelusuri penyebabnya dan memberi solusi konkret, agar tidak menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap bantuan pemerintah,” tegas salah satu warga Sipora Jaya kepada awak media. (rul)






