ARSENAL mengawali langkah mereka di Liga Champions musim ini dengan cara meyakinkan. Bertandang ke markas Athletico Bilbao di San Mamés, Rabu (17/9), The Gunners pulang dengan kemenangan 2-0 berkat peran gemilang dua pemain pengganti, Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard.
Sejak menit awal, Arsenal langsung menguasai jalannya laga. Namun, dominasi penguasaan bola tak serta merta menghasilkan peluang emas. Pertahanan disiplin tuan rumah membuat pasukan Mikel Arteta kesulitan menembus kotak penalti.
Athletic sesekali memberi ancaman lewat serangan balik cepat. Viktor Gyökeres sempat mendapat peluang, tetapi penyelesaiannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan.
Di kubu Arsenal, Noni Madueke tampil paling berbahaya sepanjang babak pertama. Akselerasinya memaksa barisan belakang Athletic bekerja ekstra keras, meski keunggulan tetap tak kunjung datang hingga turun minum.
Babak kedua pun berjalan dengan pola yang hampir sama. Arsenal mengendalikan tempo, sementara tuan rumah bertahan rapat dan mengandalkan kecepatan untuk menyerang balik.
Situasi buntu ini membuat Arteta melakukan perubahan strategi. Masuknya Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard di pertengahan babak kedua terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Trossard langsung menunjukkan kualitasnya dengan mengirim umpan lambung akurat. Martinelli berlari cepat memanfaatkan celah, lalu dengan tenang menaklukkan kiper Unai Simón untuk membuka skor.
Tak lama berselang, peran keduanya kembali berganti. Kali ini Martinelli yang mengirim umpan matang ke arah Trossard. Pemain asal Belgia itu melepaskan sepakan keras yang sempat membentur pemain lawan sebelum meluncur ke gawang, menggandakan keunggulan Arsenal di menit ke-87.
Gol itu sekaligus memastikan kemenangan The Gunners, menutup laga dengan skor 2-0. Para suporter yang hadir di San Mamés hanya bisa terdiam melihat dua super sub Arsenal mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit.
Hasil ini menjadi awal ideal bagi Arsenal di fase grup Liga Champions. Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad Arteta, di mana pemain cadangan mampu memberi dampak besar saat tim kesulitan menembus pertahanan lawan. (*/rom)






