AGAM/BUKITTINGGI

Agam Fokus Kendalikan Inflasi, IPH Tembus 5,13 Persen di September 2025

0
×

Agam Fokus Kendalikan Inflasi, IPH Tembus 5,13 Persen di September 2025

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi AR, SH., M.Si, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar secara nasional, Selasa (16/9).

AGAM, METRO–Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi AR, SH., M.Si, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar secara nasional, Selasa (16/9). Rakor yang berlangsung di ruang rapat Bupati Agam itu dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dan diikuti para kepala daerah beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Mendagri menyampaikan bahwa rakor kali ini membahas dua isu utama. Pertama, mengenai kependudukan dan keluarga berencana (KB), yang dinilai penting untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga baik pada usia produktif maupun non-produktif.

Topik kedua membahas soal inflasi, khususnya perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menurut kab upaten/kota pada minggu kedua September 2025.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Agam masuk dalam 10 besar daerah dengan IPH tertinggi, yaitu mencapai 5,13 persen. Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga di pasar.

Sekda Agam, Mhd Lutfi, menyebutkan bahwa hasil rakor ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan OPD terkait dinilai sangat penting agar inflasi tetap terkendali, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.

“Rakor ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di daerah. Pemkab Agam bersama OPD terkait akan segera menindaklanjuti arahan Mendagri,” ujarnya.

Dengan masuknya Agam da­lam daftar daerah dengan IPH tinggi, Pemkab diharapkan segera merumuskan kebijakan yang efektif, termasuk penguatan kerja sama lintas sektor, agar inflasi dapat ditekan dan masyarakat tetap merasakan stabilitas eko­nomi di tengah tantangan nasional maupun global. (pry)