BUKITTINGGI, METRO – Bukittinggi menjadi salah satu dari 7 kota di Indonesia ditunjuk sebagai daerah uji coba penyaluran elpiji bersubsidi secara non tunai dengan sistem biometrik. Pelaksanaan penyaluran sistem baru, agar penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran itu mulai dilaksanakan, Senin (22/04).
Kabag Perekonomian Setdako Bukittinggi, Rismal Hadi, menjelaskan, Bukittinggi ditunjuk sebagai salah satu dari tujuh daerah di Indonesia, untuk pelaksanaan pelaksanaan program gas elpiji non tunak sistem biometrik. Sebelumnya telah dilaksanakan, sosialisasi terkait, cara kerja program pelaksanaan sistem non tunai dan bagaimana proses mendapatkannya.
“Bulan Maret lalu telah kita melaksanakan proses sosialisasi dan registrasi. Hari ini uji coba tahap pertama dilaksanakan sejak tanggal 22 April hingga 15 Mei mendatang. Pendistribusian dilakukan pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya, kecuali hari Minggu,” jelas Rismal.
Untuk tahap pertama ini, dilakukan pendistribusian di 14 pangkalan yang tersebar di enam kelurahan. Penyaluran gas elpiji bersubsidi secara Non Tunai dengan sistem Bio Metrik dilaksanakan TNP2K bekerjasama dengan BRI dalam hal penyaluran dana bantuannya.
“Kita beraharap penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi secara non tunai dengan sisten biometrik berjalan lancar. Sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” tegasnya. (u)





