PADANG, METRO–Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperhatikan selera atau kesukaan siswa selaku penerima.
Menurut dia, dengan memastikan menu yang didapat sesuai dengan selaku penerima maka manfaat dari program MBG akan dapat dirasakan secara maksimal oleh siswa.
“Kepada SPPG menunya tolong disesuaikan dengan kesukaan anak-anak. Seperti ada yang kami temui anak-anak di satu sekolah 60 persen tidak suka tempe tapi mereka mau kalau diganti dengan tahu. Jadi tolong pengelola dapur memperhatikan hal ini,” kata Buya Maigus pada saat menghadiri launching MBG di SMP N 22 Padang, Senin (15/9).
Lebih lanjut, dia juga meminta SPPG terus menjalin koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang.
“Harus selalu monitor untuk memastikan aspek kesehatannya,” tegasnya.
Sampai sejauh ini, pelaksanaan MBG di Kota Padang disebutnya berjalan cukup baik. Sampai saat ini, cakupan penerima sudah mencapai 32.000, mulai dari siswa-siswi dari semua sekolah dan semua tingkatan, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Targetnya untuk 2025 ini sudah dapat beroperasi sebanyak 17 dapur (SPPG). Masing-masingnya melayani 3.000 penerima,” ujar dia.
Buya Maigus Nasir menyebut bahwa program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini sejalan dengan visi misi Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran yang juga memberikan perhatian serius terhadap para pelajar.
“Pak Wali Kota mefasilitasi pendidikan anak-anak kita melalui Kartu Padang Juara. Untuk anak-anak yang kurang mampu disediakan baju seragam dan LKS gratis. Ada juga beasiswa untuk siswa pintar dan kurang mampu,” tambahnya.
Kolaborasi program pemerintah pusat dan daerah tersebut diharapkannya dapat menciptakan generasi muda Kota Padang yang siap menghadapi persaingan ketat pada 2045.
“Untuk kepala sekolah dan guru. Saya juga berpesan untuk tidak hanya menyiapkan otak anak-anak didik kita, tapi juga menyiapkan akhlak dan karakter anak-anak kita. Supaya anak-anak kita ini dapat jadi generasi emas Indonesia pada 2045 nanti,” ulasnya.
Launching MBG di SMPN 22 Kota Padang tersebut turut dihadiri, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi.
SPPG Yayasan Toyoda Mahwu Jaya Siap Perluas Sasaran
Di hari yang sama, program MBG disambut meriah oleh siswa SMPN 30 Padang. Kepala SMPN 30 Padang, Revianti, mengatakan program MBG sangat membantu siswa dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi.
“Kami berharap menunya bisa bervariasi agar anak-anak tetap sehat. Sebanyak 910 siswa tampak sangat antusias, semoga program ini terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat meninjau kegiatan MBG menuturkan, dengan adanya program ini para siswa tidak perlu lagi membawa bekal dari rumah. Ia menegaskan, MBG merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
“Hal ini sejalan dengan program unggulan Kota Padang di bidang pendidikan, yakni Padang Juara yang mengantarkan anak-anak berprestasi. Begitu juga dengan Smart Surau yang mendorong anak-anak berperilaku baik. Kita tidak ingin ada tawuran dan kriminalitas,” jelasnya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Toyoda Mahwu Jaya, Ivan Padilah, menyampaikan bahwa pihaknya mendistribusikan sebanyak 2.905 porsi makanan bergizi.
“Ke depan, program ini juga akan diperluas ke sekolah-sekolah lain. Selain itu, akan menyasar ibu hamil, anak stunting, dan ibu menyusui. Bersama tim penyuluhan di Kecamatan Padang Timur, kami akan melakukan pendataan,” terangnya. (ren)






